NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak angin kencang yang melanda sejumlah wilayah pada Sabtu, (8/10/2025). Bantuan tersebut diserahkan kepada seluruh korban di delapan desa yang tersebar di lima kecamatan, Senin (10/11/2025).
Kasi Logistik BPBD Banjar Yanrinaldo Bachdie, pendataan dan penyaluran bantuan dilakukan segera setelah tim melakukan verifikasi di lapangan.
“Seluruh korban di delapan desa telah menerima bantuan logistik, seperti bahan pangan dan perlengkapan darurat,” ucapnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Selasa (11/10/2025).
Adapun desa-desa yang terdampak antara lain Desa Penggalaman dan Desa Keliling Benteng Tengah di Kecamatan Martapura Barat, Desa Sungai Bangkal dan Desa Keliling Benteng Ilir di Kecamatan Sungai Tabuk, Desa Pematang Baru di Kecamatan Martapura Timur, Desa Jingah Habang Ilir di Kecamatan Karang Intan, Desa Sungai Tuan Ilir di Kecamatan Astambul, serta Jln Desa Sungai Kinato Kecamatan Martapura Timur.
Total terdapat 23 kepala keluarga (KK) atau puluhan jiwa yang terdampak. Rinciannya, antara lain:
Desa Penggalaman: 5 KK (15 jiwa)
Keliling Benteng Tengah: 2 KK (7 jiwa)
Sungai Bangkal: 4 KK (22 jiwa)
Keliling Benteng Ilir: 6 KK (16 jiwa)
Pematang Baru: 2 KK (8 jiwa)
Jingah Habang Ilir: 2 KK (5 jiwa)
Sungai Tuan Ilir: 1 KK (3 jiwa)
Sungai Kinato : 1 KK (4 jiwa)
Kerusakan yang dialami warga umumnya berupa atap rumah yang beterbangan serta beberapa bagian bangunan rusak akibat terpaan angin kuat.
Plt Kalak BPBD Kabupaten Banjar Agus Siswanto, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di musim hujan ini.
“Banjir, tanah longsor, angin kencang, dan pohon tumbang bisa terjadi sewaktu-waktu. Kami mengimbau warga untuk selalu memantau informasi cuaca dari BMKG dan kanal resmi BPBD,” katanya.
Agus menekankan, pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal, serta menghindari aktivitas di sekitar daerah rawan seperti bantaran sungai dan tebing.
“Segera laporkan setiap kejadian bencana atau kondisi berpotensi bahaya ke posko BPBD Banjar melalui nomor darurat yang tersedia,” imbaunya.
Agus mengajak kepada semua untuk memperkuat sinergi antarwarga, relawan, dan perangkat desa.
“Dengan kewaspadaan, kesiapsiagaan dan kebersamaan, kita dapat meminimalkan risiko bencana serta melindungi keselamatan masyarakat Banjar. Mari bersama wujudkan Banjar yang TANGGAP, AMAN, dan TANGGUH terhadap bencana,” tegasnya.(nw)
