NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar mulai melakukan berbagai persiapan menghadapi kegiatan 5 Rajab di Sekumpul. Persiapan difokuskan pada penyediaan sarana pendukung, perlengkapan darurat, hingga pola pengamanan di jalur air maupun darat.
Plt Kalak BPBD Banjar Agus Siswanto menjelaskan, pihaknya kembali menyiapkan fasilitas utama sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Ia menyebutkan, BPBD telah menyiapkan 165 buah tandon berkapasitas 1.500 liter untuk mendukung operasional dapur-dapur yang berada dalam daftar tim induk.
“Tandon ini prioritas untuk dapur-dapur yang terdata di Induk, di posko Induk. InsyaAllah sudah tercukupi,” ucapnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Minggu (30/11/2025).
Untuk dapur lain di luar data Induk, BPBD mendapat dukungan dari salah satu perusahaan produsen tandon yang siap meminjamkan sekitar 200 buah tandon. Selain itu, BPPW juga akan meminjamkan 20–25 tandon berkapasitas 2.500 liter.
Agus mengatakan, untuk kebutuhan penanganan kedaruratan di jalur air, BPBD menyiapkan tiga perahu karet. Dukungan juga datang dari berbagai instansi.
“Dibantu oleh kawan-kawan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, ada satu kapal besar yang ditempatkan di Dermaga Darussalam, serta satu perahu karet di Dermaga Amanah. Itu digunakan untuk penyelamatan dari Tanjung rema sampai Sungai Paring,” ujarnya.
BPBD sendiri bertugas dari Dermaga Indrasari hingga Dermaga Bypass, yang salah satunya diprioritaskan untuk mengangkut ulama yang menuju pusat kegiatan.
BPBD juga menyiapkan 5–8 tenda untuk dapur-dapur dalam list tim induk.
Selain itu, pihaknya kembali membuka lapangan khusus bagi jamaah yang tidak dapat masuk ke kawasan Sekumpul, sebagaimana pengalaman tahun sebelumnya.
“Karena tahun kemarin ada jamaah yang tidak bisa masuk, akhirnya berkumpul di sini. Jadi lapangan ini juga kami siapkan,” kata Agus.
Agus menyampaikan, jumlah personel BPBD pada tahun ini mengalami pengurangan karena banyak anggota yang lulus seleksi P3K dan ditempatkan di SKPD lain.
“Personel kami hanya sekitar 20 orang, termasuk PNS. TRC sangat berkurang, hanya sekitar 10 orang,” ungkapnya.
Untuk menutupi kekurangan, BPBD akan melibatkan relawan lintas sektor, termasuk TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta relawan lainnya.
Agus menegaskan bahwa sarana air yang disiapkan bukan untuk transportasi jamaah.
“Ini sering salah kaprah. Sarana air yang kami gunakan itu untuk penyelamatan ketika ada hal darurat. Bukan untuk transportasi,” tegasnya.
Pengecualian diberikan hanya untuk alim ulama yang memerlukan akses cepat ke lokasi kegiatan.
Karena kegiatan berlangsung pada musim hujan, Agus mengimbau jamaah mempersiapkan perlengkapan pribadi.
“Kalau naik roda dua, gunakan jas hujan. Untuk roda empat, ikuti kantong parkir yang sudah ditentukan dan ingat lokasi parkir. Banyak kejadian jamaah lupa tempat parkir karena datang malam,” ujarnya.
Untuk mendukung pencahayaan malam hari, BPBD juga menyiapkan dua tower light yang akan dipasang di area parkir Mohibbin.
Pada tahun sebelumnya, tower light ditempatkan di SDN Indrasari. Namun tahun ini diarahkan ke Mohibbin sesuai kebutuhan lapangan. (nw)
