Buntut Tayangan Kontroversial, Puluhan Santri Kulon Progo Somasi Stasiun TV Nasional

by
16 Oktober 2025
Aksi yang digelar para santri di depan Kantor PCNU Kulon Progo (Foto : Dokumentasi PCNU Kulon Progo / newsway.id)

NEWSWAY.CO.ID, YOGYAKARTA – Puluhan santri Kulon Progo menggelar aksi di depan Kantor PCNU setempat, Rabu (15/10/2025). Dalam aksinya, para santri melayangkan somasi kepada salah satu stasiun TV nasional, sebagai reaksi atas tayangan kontroversial yang dianggap menyinggung citra pondok pesantren dan para santri.

Aks tersebut dihadiri sekitar 70 santri. Mereka membaca deklarasi, kemudian melayangkan somasi kepada salah satu stasiun TV.

Ketua Forum Himpunan Alumni Santri Ponpes Lirboyo, Kyai Haji Muhammad Syafi’i menegaskan, tayangan salah satu stasiun TV telah merendahkan martabat santri, kyai, dan pesantren di seluruh Indonesia.

“Kami menuntut tiga hal melalui somasi ini.” tegasnya.

Syafi’i merinci, tiga tuntutan yang disampaikan para santri yakni penghentian program pondok pesantren, meminta agar stasiun TV nasional menyiarkan liputan positif tentang pesantren di seluruh Indonesia minimal tiga bulan berturut-turut pada jam prime time, serta menegaskan akan menempuh langkah hukum sesuai UU ITE.

Ketua PC Ansor Kulon Progo, Zainus menambahkan, somasi yang dilayangkan merupakan tindak lanjut arahan dari pimpinan dan para kyai di Kulon Progo. Koordinasi dengan LBH Ansor pun dilakukan untuk memastikan langkah hukum dapat dijalankan.

Zainus menilai, tayangan pada Senin (13/10/2025) itu menampilkan praktik yang terkesan menyudutkan santri, seakan pondok pesantren menjadi sumber eksploitasi ekonomi bagi para kyai. Padahal menurutnya, pesantren adalah tempat pembentukan adab, sopan santun dan penghargaan terhadap guru dan kyai.

“Santri dan alumni memberikan apresiasi kepada para guru dan kyai karena dedikasi mereka dalam mendidik dengan sepenuh hati,” pungkas Zainus. (nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog