Deny Hariyatna : Bawaslu Kalsel Layak Dilaporkan ke DKPP

by
11 November 2024
Deny Heriyatna SH MH, mantan Tim Hukum Aditya-Said Abdullah saat konfrensi pers beberapa waktu lalu. (Foto : Doc/newsway.id)

NEWSWAY.ID, JAKARTA – Mantan Tim Hukum Aditya-Habib Said Abdullah, Deny Hariyatna SH, MH turut berkomentar terkait laporan Tim Hukum Paslon Syaifullah Tamliha-Habib Ahmad Bahasyim dalam Pilkada Kabupaten Banjar yang bergerak cepat melaporkan seluruh Komisioner Bawaslu Provinsi Kalsel ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Pasalnya menurut dia indikasi pelanggaran etik Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan secara nyata terjadi, sebab ada 2 (dua) preseden yang dilakukan dalam menangani laporan untuk jenis pelanggaran yang sama.

“Secara pribadi saya cukup mengapresiasi apa yang dilakukan Tim Hukum Sayifullah yang melaporkan komisioner Bawaslu Kalimantan Selatan. Sebab saya melihat ada hal yang berbeda dalam menagani kasus yang mirip dengan daerah lain,” jelasnya Senin (11/11/2024) sore.

Deny menganggap sangat jelas bahwa penanganan dugaan pelanggaran pada dua laporan tersebut mengandung unsur Perbuatan Melawan Hukum, khususnya terkait dengan kompetensi atau kewenangan Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten atau Kota dalam menangani laporan dugaan pelanggaran di Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.

~ Advertisements ~

“Kami meminta dan memohon kepada institusi penegak hukum serta DKPP perlu mencermati dan mendalami juga kemungkinan terjadinya dugaan pelanggaran hukum. Terutama terkait intervensi kekuasaan maupun politik uang,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog

[10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: Pasar murah di Halaman Kantor Bupati Banjar (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id) [10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar Sediakan Beras Lokal dan Ikan Bersubsidi di Pasar Murah Kantor Bupati Banjar NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyediakan beras lokal dan ikan bersubsidi pada kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (11/03/2026) hingga Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penutupan pasar murah Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar selama dua hari untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, M. Hamdani mengatakan, pihaknya menyiapkan dua komoditas utama dalam kegiatan tersebut, yakni beras lokal serta ikan air tawar. “Untuk hari ini kami menjual beras lokal jenis unus. Per kantong dijual seharga Rp40 ribu dengan isi 4 liter. Harga tersebut sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah sebesar Rp20 ribu per kantong,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan pihaknya menyiapkan sekitar 200 kantong beras atau setara 400 liter. Jumlah yang sama juga akan kembali disediakan pada hari kedua kegiatan pasar murah. Selain beras, DKPP juga membawa ikan air tawar yang terdiri dari ikan nila dan ikan patin. Kedua jenis ikan tersebut dijual dengan harga lebih murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah. “Untuk ikan nila dan patin ini kita berikan subsidi sekitar Rp10 ribu per kilogram dibandingkan harga pasar,” jelas Hamdani. Pada hari pertama pasar murah, DKPP menyiapkan sekitar 100 kilogram ikan nila dan patin. Stok yang sama juga akan disediakan kembali pada hari berikutnya. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah tersebut cukup tinggi karena harga komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. “Antusias masyarakat cukup tinggi. Ada juga yang belum kebagian hari ini dan kemungkinan akan membeli besok karena stok hari ini sudah terbatas,” katanya. Untuk pemerataan, pembelian komoditas dibatasi satu paket untuk setiap orang. Selain itu masyarakat juga diwajibkan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar saat melakukan pembelian. “Setiap orang hanya bisa membeli satu paket dengan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar agar bantuan ini tepat sasaran,” pungkasnya.(nw) [10.58, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar sediakan Ikan bersubsidi di Pasar Murah. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)