NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU — Dibawah kepemimpinan Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby capaian realisasi Kota Banjarbaru mencatat tonggak sejarah, sepanjang tahun 2025, realisasi investasi daerah untuk pertama kalinya menembus angka Rp 1,029 triliun.
Capaian itu jauh melampaui target yang telah ditetapkan baik oleh Pemerintah Kota Banjarbaru maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2025.
Meskipun baru dilantik pada akhir Juni 2025, namun dalam waktu relatif singkat mampu mendorong kepercayaan investor melalui penguatan layanan perizinan, koordinasi lintas sektor, dan penegasan arah pembangunan ekonomi daerah.
Berdasarkan data Portal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), target investasi Kota Banjarbaru pada 2025 ditetapkan sebesar Rp 410 miliar, sementara target dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sebesar Rp 710,384 miliar.
“Realisasi investasi yang mencapai Rp 1,029 triliun berarti setara 251,20 persen dari target kota dan 144,98 persen dari target provinsi,” terang orang nomor satu di Banjarbaru itu.
Lisa mengatakan capaian tersebut menunjukkan lompatan signifikan dibandingkan realisasi investasi tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp 527,20 miliar.
“Dalam kurun satu tahun, nilai investasi Banjarbaru meningkat hampir dua kali lipat, sekaligus menandai sejarah baru karena untuk pertama kalinya kota ini berhasil menembus realisasi investasi di atas Rp 1 triliun,” jelasnya.
Lisa Haoaby juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta instansi terkait atas capaian tersebut.
“Keberhasilan menembus angka Rp 1,029 triliun adalah bukti meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim investasi Banjarbaru. Ini adalah hasil kerja kolektif dan pelayanan yang semakin baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan dari sisi sektoral, investasi di Banjarbaru pada 2025 didominasi oleh sektor jasa lainnya yang menjadi kontributor terbesar.
Gabungan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada sektor ini mencapai sekitar Rp 424,4 miliar, dengan ribuan proyek jasa yang tersebar di berbagai wilayah kota.
“Untuk posisi kedua ditempati sektor perdagangan dan reparasi dengan nilai investasi sekitar Rp 214,4 miliar, mencerminkan kuatnya aktivitas distribusi barang, perdagangan ritel, serta peran UMKM sebagai basis ekonomi lokal,” rincinya.
Sementara itu, sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menyumbang sekitar Rp 166,8 miliar, seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas logistik dan infrastruktur digital yang mendukung peran strategis Banjarbaru sebagai kota jasa dan penyangga kawasan regional, termasuk keterkaitannya dengan pengembangan Ibu Kota Negara (IKN).
“Selain tiga sektor utama tersebut, investasi juga mengalir ke sektor perhotelan dan restoran, industri pengolahan, konstruksi, serta perumahan dan kawasan perkantoran, yang secara keseluruhan membentuk struktur ekonomi daerah yang semakin berimbang,” tegas Lisa.
Dari sisi sumber modal, capaian investasi Banjarbaru ditopang oleh sinergi PMA dan PMDN. Negara dengan sebaran investasi asing terbesar di Banjarbaru antara lain Singapura, Tiongkok, Hong Kong, dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT).
“Realisasi investasi tersebut juga berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja. Sepanjang 2025, tercatat sekitar 4.129 tenaga kerja lokal terserap di berbagai sektor investasi yang beroperasi di Kota Banjarbaru,” tukasnya.(nw)
