NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banjar menegaskan, jalur sungai yang digunakan para jemaah tetap aman dilalui meski debit air mengalami fluktuasi dalam beberapa pekan terakhir.
Kepala Dishub Banjar I Gusti Nyoman Yudiana menjelaskan, arus Sungai Martapura relatif stabil dan masih dalam kategori aman bagi kapal. Jalur pelayaran jemaah biasanya dimulai dari kawasan Air Santri atau Murung Pasar, kemudian bergerak hingga ke wilayah Dalam Pagar menyesuaikan kapasitas sungai.
“Rute penyandaran setiap tahun tetap sama. Mulai dari Air Santri atau Murung Pasar, lalu naik sampai ke kawasan Dalam Pagar. Semua disesuaikan dengan lebar ruang sungai,” jelasnya saat ditemui di Dishub Banjar, Rabu (10/12/2025).
Nyoman mengungkapkan, untuk mendukung keamanan navigasi, terutama pada malam hari, Dishub memasang lampu penerangan di bawah beberapa jembatan yang dilintasi kapal.
“Pemasangan lampu ini untuk memastikan nakhoda mengetahui tinggi jembatan saat melintas. Jadi tidak ada kejadian kapal terlalu dekat dengan bagian bawah jembatan ketika debit air naik,” ungkapnya.
Kegiatan ini menjadi langkah antisipasi utama mengingat pergerakan air bisa berubah sesuai pasang surut.
Selain fasilitas penerangan, Dishub bersama relawan sungai juga mengatur antrian kapal saat merapat ke dermaga. Relawan diarahkan melakukan pengaturan agar kapal tidak menumpuk pada satu titik.
“Kalau titik sandar sudah padat, relawan akan mengarahkan kapal ke bagian utara. Sistemnya berurutan, jadi tidak terjadi saling salip atau gelombang besar,” ujar Nyoman.
Nyoman mengatakan, sungai Martapura relatif aman karena tidak terdapat banyak tunggul atau rintangan dasar sungai yang dapat membahayakan kapal.
“Tidak seperti di Aranio yang banyak tunggul ketika banjir. Di Sungai Martapura rintangannya minim, jadi kapal lebih leluasa bergerak,” katanya.
Menghadapi meningkatnya aktivitas sungai selama musim kedatangan jemaah, Dishub memberi beberapa imbauan keselamatan.
“Kami minta para nakhoda mengurangi kecepatan saat merapat agar tidak menimbulkan gelombang besar. Ikuti arahan relawan sungai, dan bila titik sandar sudah penuh mereka akan mengatur untuk bergeser ke bagian utara,” sebutnya.
Hal serupa juga kembali diingatkan oleh Tim Induk Sekumpul melalui imbauan yang dikeluarkan di media sosial resminya. Tim Induk Sekumpul mengimbau kepada pengguna jalur air.
Dalam imbauan yang dikutif dalam postingan Tim Induk Sekumpul, demi keamanan jalur sungai dan kenyamanan masyarakat bantaran sungai. Maka dihimbau bagi para sopir kapal dan jemaah sekumpul untuk bisa memperhatikan hal-hal berikut :
- Mengurangi kecepatan kapal agar tidak menimbulkan ombak besar yang bisa mengganggu masyarakat bantaran sungai dan pengguna jalur- sungai lain.
- Mematuhi arahan relawan dan petugas untuk lokasi parkir kapal dll
- Berhati-hati saat turun naik kapal dan bila sudah berada di darat silahkan minta kartu jemaah kepada relawan dermaga (nw)
