NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Munculnya persoalan pembuangan limbah dari Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) Landasan Ulin Utara, Liang Anggang, M. Iqbal R (ID SPPG: KLVD8GXJ), menjadi perhatian berbagai pihak.
Salah satunya adalah dari Kantor Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Kalimantan yang terjun langsung ke lapangan di dampingi dari beberapa staf Dinas Lingkungan Hidup pada Rabu, (28/01/2026).
Melalui perwakilannya, Rahayu S menyatakan bahwa pihaknya telah meninjau langsung kondisi di lapangan dan membenarkan masih adanya persyaratan lingkungan yang belum terpenuhi, baik dari sisi pembangunan maupun operasional dapur MBG.
“Setelah kami tinjau langsung, memang ada beberapa persyaratan yang belum terpenuhi. Saat ini masih dalam proses pembenahan. Kami bersama DLH Kota Banjarbaru akan terus memantau dan mengawasi agar ke depannya kondisi menjadi lebih baik dan dampak lingkungan dapat diminimalisasi,” jelas Rahayu.
Ia menambahkan bahwa percepatan pembangunan dan operasional diduga menjadi penyebab adanya aspek yang terlewat dari pengawasan awal.
“Dalam percepatan-percepatan itu, mungkin ada hal yang terabaikan dan lolos dari pantauan. Sekarang justru muncul menjadi masalah, dan itu akan segera ditindaklanjuti,” tambahnya.
Rahayu juga menegaskan bahwa apabila tidak dilakukan perbaikan, maka bukan tidak mungkin akan ada sanksi, termasuk penghentian sementara operasional.
“Untuk saat ini diberikan waktu dan kesempatan untuk melakukan perbaikan. Nanti akan kami lihat kembali hasilnya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) Landasan Ulin Utara, Liang Anggang, M. Iqbal R (ID SPPG: KLVD8GXJ), mengungkapkan adanya 15 kekurangan mayor pada dapur SPPG yang dipimpinnya.
Salah satu kekurangan yang palinh krusial tersebut adalah belum tersedianya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadahi.
Selain itu, Iqbal menjelaskan bahwa pihaknya sempat mengalami kondisi ekstrem di area dapur, di mana suhu ruangan pernah mencapai 50 derajat Celsius akibat blower yang tidak berfungsi, diperparah dengan daya listrik yang tidak mencukupi.
“Kami sudah meminta mitra untuk segera melengkapi seluruh kekurangan yang ada kepada mitra MBG,” ucapnya.
Bahkan kasus di SPPPG yang ia pimpin tersebut juga sudah dilaporkan secara resmi ke lembaga yang lebih tinggi.
“Laporan resmi juga telah kami sampaikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Koordinator Wilayah Kota Banjarbaru. Kami berharap pihak mitra dalam.waktu dekat ini bisa memperbaiki, sebab kalau dibiarkan bukan tidak mungkin akan ditutup,” pungkasnya.(nw)
