NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Upaya memperkuat peran Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) kembali dilakukan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DKISP) Kabupaten Banjar melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Rabu (19/11/2025).
Peserta yang hadir terdiri dari anggota KIM berbagai desa, Pokdarwis, dan unsur aparatur desa.
Kepala DKISP Banjar M. Aidil Basith menekankan, KIM bukan sekadar kelompok penyebar informasi, melainkan ujung tombak komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Ia menyebut peran KIM sangat vital dalam menyampaikan aspirasi warga sekaligus menyebarluaskan informasi kebijakan pemerintah.
“Tujuan kami membuka wawasan peserta mengenai teknologi informasi. Keberadaan mereka sangat krusial; mereka dapat menyampaikan aspirasi masyarakat ke pemerintah, maupun menyebarkan informasi pemerintah kepada masyarakat desa,” ucapnya.
Basith juga mendorong KIM agar mampu mengambil bagian dalam pengembangan ekonomi desa. Dengan memanfaatkan teknologi digital, ia menilai masyarakat memiliki peluang lebih besar mempromosikan potensi lokal, baik sumber daya alam maupun produk UMKM, tanpa terbatas oleh jarak.
“Pemasaran tidak mesti dilakukan secara fisik dari pasar ke pasar, melainkan bisa melalui penyebaran informasi digital ini. Harapan kami ke depan, KIM dapat membuat perekonomian masyarakat semakin kuat,” ujarnya.
Ia mengingatkan, pentingnya literasi keamanan digital, mengibaratkan teknologi sebagai pisau bermata dua. Pemanfaatan aplikasi tanpa kehati-hatian dapat menimbulkan ancaman kebocoran data pribadi, sehingga masyarakat perlu memahami risiko tersebut.
“Jangan sampai data pribadi bocor atau diambil orang karena penggunaan aplikasi-aplikasi yang tidak jelas. Pemahaman ini sangat penting untuk kami sampaikan,” tegas Basith.
Kasi Kemitraan Komunikasi Publik dan Hubungan Media Erlinda Puspita Ningrum menyampaikan paparan mengenai strategi memperkuat komunikasi publik desa. Salah satunya melalui platform nasional KIM.ID yang dapat dimanfaatkan untuk penyebaran isu-isu strategis secara lebih luas dan terstruktur.
“Secara garis besar, KIM adalah organisasi independen dari, oleh dan untuk masyarakat. Tugas utamanya adalah menyampaikan informasi agar masyarakat desa tidak tertinggal atau melek informasi serta memiliki literasi yang baik,” tuturnya.
Ia juga membagikan pengalaman pembinaan KIM di tingkat provinsi, sekaligus menyampaikan Kalimantan Selatan turut berpartisipasi dalam KIM Festival 2025 yang berlangsung di Tangerang pada 14–15 November lalu.(nw)
