DKPP Banjar Bersama DKP Kalsel Tinjau Kembali dan Serahkan Vitamin Kepada Pembudidaya Ikan Mas Terdampak Virus KHV

27 November 2025
DKPP Banjar bersama DKP Kalsel lakukan peninjauan kembali dan mengambil sampel ikan mas serta serahkan vitamin ikan untuk pembudidaya (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Selatan melakukan peninjauan kembali terhadap para pembudidaya ikan mas di kawasan Aranio yang sebelumnya terdampak serangan virus KHV (Koi Herpes Virus), Rabu (26/11/2025).

Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kondisi terkini serta menilai pemulihan populasi ikan pascawabah.

Muhammad Rizky, pembudidaya keramba jala apung yang terdampak mengisahkan, dua bulan lalu kematian ikan terjadi secara mendadak.

“Insangnya sempat membusuk, sisiknya memerah. Kami tidak sadar itu virus, tiba-tiba mati serentak. Kerugian saya sekitar satu pikul ikan,” ujarnya.

Rizky mengatakan, sekitar satu bulan setelah kejadian, kondisi ikan mulai membaik dan tidak ada lagi kematian.

“Sebelumnya Dinas juga telah memberikan penanganan awal dengan memberikan vitamin dan syukur sekarang mulai berangsur membaik,” ucapnya.

Dalam peninjauan, DKPP Banjar dan DKP Kalsel melakukan pengambilan sampel ikan mas dan air sekitar jala serta pengecekan pH air untuk memastikan tidak ada sisa infeksi. Seluruh sampel dikirimkan ke Laboratorium BPAT Mandiangin untuk dianalisis lebih lanjut.

“Peninjauan kembali ini penting untuk memastikan pemulihan populasi ikan benar-benar stabil. Provinsi turut membantu sebagai bentuk keprihatinan dan dukungan terhadap kasus ini,” ujar Kepala Seksi Pengelolaan dan Pembudidayaan DKPP Banjar, Apriyan Mindar Waspodo.

Apriyan mengungkapkan, pihaknya mengambil sampel ikan mas di beberapa tempat pembudidaya dan membawa untuk di uji laboratorium.

“Hampir satu bulan tidak ada kematian lagi. pH air juga normal. Kemungkinan awal wabah terjadi karena perubahan musim dan rendahnya DO (oksigen terlarut), jadi kita tunggu pengecekan laboratorium lagi apakah virus ini masuk tinggi atau sudah berkurang,” jelasnya.

Sebagai langkah pencegahan lanjutan, DKPP Banjar menyalurkan vitamin tambahan yang dicampurkan ke pakan ikan guna memperkuat daya tahan tubuh serta memulihkan nafsu makan ikan mas yang sempat menurun akibat serangan virus.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog