NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Kegiatan “Evaluasi Penyusunan Programa Penyuluh Pertanian Tahun 2026” yang digelar UPT BPP Banjarbaru bersama Bidang Penyuluhan DKP3 Kota Banjarbaru pada Kamis (27/11/2025), tidak hanya menjadi forum evaluasi rutin, tetapi juga menegaskan kembali peran strategis penyuluh sebagai motor inovasi di sektor pertanian.
Dihadiri seluruh Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) DKP3, Kepala UPT BPP, Penyuluh Pertanian ASN, serta Penyuluh Pertanian Swadaya se-Kota Banjarbaru, kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi dan menyelaraskan arah penyuluhan menghadapi tantangan pertanian tahun depan. Momentum ini juga dirangkaikan dengan penyerahan rompi resmi Penyuluh Pertanian ASN dari Kementerian Pertanian sebagai simbol identitas dan profesionalitas penyuluh di lapangan.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Penyuluhan DKP3 Risna, membuka kegiatan dengan menekankan pentingnya peningkatan kualitas programa agar penyuluhan di 2026 memiliki arah yang lebih jelas dan berorientasi pada kebutuhan nyata petani.
Pada sesi materi, Ahmad Rifani, S.Pt selaku KJF Programa, bersama Sugiyo, S.P sebagai KJF Supervisi, memaparkan bagaimana penyusunan programa yang baik harus mampu menjawab dinamika pertanian modern—mulai dari strategi pendampingan, pemetaan masalah, hingga penguatan kapasitas petani.
“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kualitas perencanaan dan implementasi penyuluhan pertanian di Kota Banjarbaru dapat semakin efektif, terarah, dan berdampak langsung bagi petani,” ujar Ahmad Rifani.
Ia menegaskan bahwa petani saat ini tidak bisa lagi mengandalkan pola budidaya lama. Inovasi menjadi kunci daya saing pertanian, dan penyuluh memiliki peran penting sebagai pendamping sekaligus penghubung teknologi pertanian kepada petani.
“Melalui pendampingan para penyuluh, diharapkan petani bisa terus melakukan inovasi untuk mengembangkan dunia pertanian,” tambahnya.
Dengan fokus pada peningkatan kemampuan penyuluh, kegiatan evaluasi ini diharapkan melahirkan programa yang lebih responsif dan adaptif, sekaligus memperkuat posisi Banjarbaru sebagai daerah yang terus bergerak menuju pertanian modern dan berkelanjutan. *(nw)
