NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU — Semangat kebersamaan terlihat jelas di Kelurahan Bangkal ketika Kelompok Tani Sumber Bahagia dan Brigade Pangan Patriot Maju bersama para penyuluh pertanian, POPT, serta POTT melancarkan gerakan pengendalian hama tikus secara terpadu.
Aksi ini digelar sebagai respons atas meningkatnya serangan tikus yang meresahkan petani di wilayah tersebut yang diduiung oleh Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) melalui UPT Pertanian Cempaka pada Rabu (26/11/2025).
Dandy Chaitami, SP, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) mengatakan kegiatan tersebut dilakukan penuh gotong royong, anggota kelompok tani.
“Kami membersihkan lingkungan sekitar lahan, menutup lubang-lubang aktif tikus, serta memasang perangkap yang aman bagi lingkungan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menekan populasi hama yang dikenal cerdas dan memiliki tingkat reproduksi sangat cepat,” jelasnya.

Selain aksi lapangan, Kelompok Sumber Bahagia dan Brigade Pangan Patriot Maju juga aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Edukasi difokuskan pada teknik pengendalian tikus yang efektif namun tetap ramah lingkungan, sehingga masyarakat dapat terlibat langsung dalam menjaga area pertanian tetap aman.
“Upaya ini turut mendapat dukungan teknis dari instansi pemerintah. Pada kesempatan tersebut, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) menyerahkan bantuan rodentisida untuk menunjang kegiatan pengendalian. Rodentisida berbentuk permen dipilih agar lebih mudah diaplikasikan di lapangan serta tidak membahayakan hewan piaraan,” tambahnya.
Sementara itu Tino Lukman Hidayat, S.ST, Penyuluh Pertanian Kelurahan Bangkal, mengatakan dalam kegiatan Gerdal Tikus yang dilaksanakan di lahan Poktan Sumber Bahagia, anggota kelompok juga mendapatkan penjelasan mengenai cara pengaplikasian rodentisida yang benar, cara mengenali lubang tikus yang masih aktif, serta pentingnya pengendalian hama secara rutin.
“Rodentisida yang digunakan berasal dari stok Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3), sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap petani dan upaya menjaga ketahanan pangan daerah,” ucapnya.*(nw)
