Hari Pertama Kerja, Pj Sekda Banjarbaru Pimpin Rapat Pencegahan Korupsi Sektor Perizinan

by
2 Agustus 2024
Plt Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Nurliani Dardie saat memimpin Rakor (Foto.ist/newsway.id)

NEWSWAY.ID, BANJARBARU–Di hari pertamanya menjabat sebagai Pejababt Pelaksana Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Nurliani Dardie, yang akrab dipanggil Bunda Nunung, langsung memimpin rapat koordinasi pencegahan korupsi di sektor perizinan.

Rapat ini dihadiri oleh seluruh kepala SKPD Kota Banjarbaru dan berlangsung di Aula DPMPTSP Kota Banjarbaru pada Jumat (02/08/2024).

Dalam rapat tersebut, Bunda Nunung menyampaikan pentingnya perubahan regulasi perizinan dari Izin Mendirikan Bangunan (IMB) menjadi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2021, yang merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung.

Bunda Nunung menekankan bahwa perubahan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk menciptakan perizinan yang lebih komprehensif dan terperinci.

PBG tidak hanya mengatur aspek perizinan untuk konstruksi, tetapi juga mencakup penggunaan, pemeliharaan, dan pembongkaran bangunan gedung.

“PBG menghadirkan standar teknis yang lebih ketat dan rinci dibandingkan dengan IMB. Ini mencakup berbagai aspek perencanaan, pelaksanaan konstruksi, pengawasan, pemanfaatan, dan pembongkaran bangunan,” jelasnya.

Menurut Bunda Nunung, standar yang lebih tinggi ini bertujuan untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan kepatuhan terhadap peraturan dalam dunia konstruksi.

Ia juga menekankan pentingnya rapat koordinasi ini sebagai landasan dalam menyusun strategi rencana aksi dan pengambilan keputusan yang lebih baik, terutama yang berdampak langsung pada masyarakat sebagai penerima manfaat kebijakan pemerintah.

Di akhir rapat, Bunda Nunung mengingatkan seluruh unit kerja dan aparatur Pemerintah Kota Banjarbaru untuk selalu memahami tugas dan fungsi mereka dengan baik.

“Selain itu, kita harus selalu peka terhadap dinamika pemerintahan dan pembangunan, serta melaksanakan pembinaan, pengawasan, penyelarasan perencanaan, dan tugas-tugas lain yang diamanatkan oleh Undang-Undang dan Peraturan yang berlaku,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog

[10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: Pasar murah di Halaman Kantor Bupati Banjar (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id) [10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar Sediakan Beras Lokal dan Ikan Bersubsidi di Pasar Murah Kantor Bupati Banjar NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyediakan beras lokal dan ikan bersubsidi pada kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (11/03/2026) hingga Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penutupan pasar murah Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar selama dua hari untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, M. Hamdani mengatakan, pihaknya menyiapkan dua komoditas utama dalam kegiatan tersebut, yakni beras lokal serta ikan air tawar. “Untuk hari ini kami menjual beras lokal jenis unus. Per kantong dijual seharga Rp40 ribu dengan isi 4 liter. Harga tersebut sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah sebesar Rp20 ribu per kantong,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan pihaknya menyiapkan sekitar 200 kantong beras atau setara 400 liter. Jumlah yang sama juga akan kembali disediakan pada hari kedua kegiatan pasar murah. Selain beras, DKPP juga membawa ikan air tawar yang terdiri dari ikan nila dan ikan patin. Kedua jenis ikan tersebut dijual dengan harga lebih murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah. “Untuk ikan nila dan patin ini kita berikan subsidi sekitar Rp10 ribu per kilogram dibandingkan harga pasar,” jelas Hamdani. Pada hari pertama pasar murah, DKPP menyiapkan sekitar 100 kilogram ikan nila dan patin. Stok yang sama juga akan disediakan kembali pada hari berikutnya. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah tersebut cukup tinggi karena harga komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. “Antusias masyarakat cukup tinggi. Ada juga yang belum kebagian hari ini dan kemungkinan akan membeli besok karena stok hari ini sudah terbatas,” katanya. Untuk pemerataan, pembelian komoditas dibatasi satu paket untuk setiap orang. Selain itu masyarakat juga diwajibkan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar saat melakukan pembelian. “Setiap orang hanya bisa membeli satu paket dengan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar agar bantuan ini tepat sasaran,” pungkasnya.(nw) [10.58, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar sediakan Ikan bersubsidi di Pasar Murah. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)