NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Munculnya ikan yang diduga mirip spesies lohan di Waduk Riam Kanan sempat menghebohkan masyarakat. Menanggapi hal ini, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menyatakan bahwa dugaan tersebut masih perlu diteliti lebih lanjut.
Akademisi FPIK ULM, Dr. Hj. Indira Fitriliyani, S.Pi., M.Si., menjelaskan, pihaknya belum bisa memastikan jenis ikan tersebut secara ilmiah.
“Kami tidak bisa memberikan pernyataan resmi tanpa riset lebih lanjut. Dari foto yang diterima, kemungkinan ini merupakan nila yang mengalami perkawinan dalam populasi atau inbreeding, tapi itu baru dugaan awal,” ucapnya saat dikonfirmasi diruangannya, Jumat (14/11/2025).
Ia mengatakan, pola warna hitam dan oranye serta totol-totol pada tubuh ikan bisa menjadi ciri pemijahan dalam satu populasi. Namun, penentuan spesies secara pasti hanya dapat dilakukan melalui analisis genetik dan morfologi.
FPIK ULM bersama Dinas Ketahanan Pangan Perikanan Kabupaten Banjar akan mengambil sampel ikan dari Waduk Riam Kanan. Sampel ini nantinya dianalisis untuk mengetahui kekerabatan antar ikan dan memastikan spesiesnya.
“Kami akan mengambil sampel nila hitam, dan nila oranye serta ikan yang diduga mitip lohan dari lokasi. Analisis DNA dan morfologi akan membantu menentukan apakah ikan ini satu spesies atau berbeda. Ini penting agar masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan,” jelas Indira.
Indira menekankan, perbedaan antara ikan lohan dan nila. Lohan bukan spesies asli Indonesia dan memiliki bentuk tubuh pipih, berbeda dengan nila yang termasuk genus Oreochromis.
“Secara kasat mata, ikan di Waduk Riam Kanan belum bisa dipastikan lohan. Dugaan awal kami adalah nila dengan variasi warna tertentu, tapi penelitian lebih lanjut tetap diperlukan,” katanya.
Indira menghimbau masyarakat tetap tenang dan menunggu hasil penelitian yang akan secepatnya pihaknya bersama Dinas terkait lakukan.
“Dinas sudah merespon keluhan masyarakat dan berkoordinasi dengan akademisi. Kita tunggu hasil analisis DNA dan morfologi sebelum mengambil kesimpulan,” tutupnya.(nw)
