Kasus Sandal Jepit, Kadisdik Kalsel Muhammadun Minta Maaf

by
11 September 2024
Kepala Dinas Pendidikan provinsi Kalimantan Selatan, Muhammadun. (Foto : Google/newsway.id)

NEWSWAY.ID, BANJARBARU – Setelah mendapat reaksi keras dari LSM dan Masyarakat gegara polemiknya dengan Amalia seorang guru honorer, Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan kebudayaan (Dikbud) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhammadun akhirnya buka suara.

Setelah dirinya (Madun_red) memenuhi panggilan Inspektorat, langsung memberikan klarifikasi melalui sebuah video.

Kalau dilihat daei video yang beredar Madun sedang berada di Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kalsel, Selasa (10/9/2024).

Dalam rekaman video, Madun mengakui, terjadi kehebohan di media sosial berawal dari kehadirannya dalam Rapat Koordinasi Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan SMK pada Senin (2/9/2024) lalu.

Kegiatan tersebut berlangaung di salah satu hotel di Banjarmasin, ua menuturkan Rakor yang dihadiri puluhan guru BK se-Kalsel tersebut berjalan normal lancar.

“Di 15 sampai 20 menit awal, kegiatan berjalan lancar-lancar saja,” ungkapnya.

Ia menjelaskan juga suasana berubah setelah teguran atas tindakannya yang merokok dalam ruangan disampaikan langsung oleh Amalia saat kegiatan aedang berlangsung.

Namun Madun tidak mengakui dirinya merokok ketika rapat koordinasi tengah berlangsung.

“Waktu itu rokok saya memang ada di tangan. Lalu, saya minta asbak itu untuk mematikan (rokok),” katanya.

Ternyata Amalia seorang guru yangbmenjadi peserta kegiatan menegurnya, sebab Amalia hanya berjarak beberapa meter dari posisinya duduk.

Teguran itulah yang menjadi awal perselisihannya dengan Amalia, bahkan hingga melebar sampai ke akai demo oleh salah satu LSM.

Setelah kejadian itu bahkan sempat terjadi dialog antara Madun dengan Amalia sekitar lima menit, lepas dari dialog, Amalia keluar dari ruangan rakor.

“Bukan saya loh yang menegur, tapi dia yang menegur saya. Tetapi meski begitu, ibaratkan sebagai ayah dan anak didik, saya siap memaafkan,” ucapnya di video itu.

Madun juga membantah jika disebut memakai kaos saat kegiatan berlangsung, pasalnya menurut dia merasa pakaian yang dikenakannya saat itu merupakan baju dinas jenis PDH.

Tetapi Madun tidak menampik memang waktu itu dirinya mengenakan sendal sebagai alas kaki, alasan dirinya memakai sendal berdasarkan rekomendasi terapis.

Kabarnya Madun tengah mengalami sakit saraf terjepit, jadi penggunaan sandal saat jam kerja sudah dilakukan selama delapan tahun terakhir.

Bahkan rutinitasnya tersebut dianggap sudah dimaklumi oleh kebanyakan guru dan kepala sekolah di bawah Disdikbud Kalsel.

“Saya memang tidak memakai sepatu karena keram. Jadi saya mohon maaf, karena rekomendasi terapis disarankan untuk kaki selalu terbuka,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog

[10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: Pasar murah di Halaman Kantor Bupati Banjar (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id) [10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar Sediakan Beras Lokal dan Ikan Bersubsidi di Pasar Murah Kantor Bupati Banjar NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyediakan beras lokal dan ikan bersubsidi pada kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (11/03/2026) hingga Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penutupan pasar murah Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar selama dua hari untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, M. Hamdani mengatakan, pihaknya menyiapkan dua komoditas utama dalam kegiatan tersebut, yakni beras lokal serta ikan air tawar. “Untuk hari ini kami menjual beras lokal jenis unus. Per kantong dijual seharga Rp40 ribu dengan isi 4 liter. Harga tersebut sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah sebesar Rp20 ribu per kantong,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan pihaknya menyiapkan sekitar 200 kantong beras atau setara 400 liter. Jumlah yang sama juga akan kembali disediakan pada hari kedua kegiatan pasar murah. Selain beras, DKPP juga membawa ikan air tawar yang terdiri dari ikan nila dan ikan patin. Kedua jenis ikan tersebut dijual dengan harga lebih murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah. “Untuk ikan nila dan patin ini kita berikan subsidi sekitar Rp10 ribu per kilogram dibandingkan harga pasar,” jelas Hamdani. Pada hari pertama pasar murah, DKPP menyiapkan sekitar 100 kilogram ikan nila dan patin. Stok yang sama juga akan disediakan kembali pada hari berikutnya. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah tersebut cukup tinggi karena harga komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. “Antusias masyarakat cukup tinggi. Ada juga yang belum kebagian hari ini dan kemungkinan akan membeli besok karena stok hari ini sudah terbatas,” katanya. Untuk pemerataan, pembelian komoditas dibatasi satu paket untuk setiap orang. Selain itu masyarakat juga diwajibkan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar saat melakukan pembelian. “Setiap orang hanya bisa membeli satu paket dengan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar agar bantuan ini tepat sasaran,” pungkasnya.(nw) [10.58, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar sediakan Ikan bersubsidi di Pasar Murah. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)