Kedepankan Konsep Ramah Lingkungan, DLH Banjarbaru Bungkus Daging Gunakan Daun Jati

by
20 Juni 2024
Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru membungkys daging Kurban menggunakan daun Jati demi mengedepankan masalah lingkungan. (Foto : ist/newsway.id)

NEWSWAY.ID, BANJARBARU – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru membungkus puluhan kilogram daging hewan kurban menggunakan Daun Jati, itu dulakukan karena pihaknya mengusung kinsep ramah lingkungan.

Bahkan penggunaan Daun Jati juga dirasa lebih hemat dibandingkan menggunakan bungkusan plasti.

Daging-daging hewan kurban yang disembelih di halaman Kantor DLH Banjarbaru memakai daun jati itu, secara kesehatan juga dianggap lebih baik, tidak akan terkontaminasi zat kimia.

Ketua Pelaksana Kurban 2024 DLH Banjarbaru, Rolly Yahmi menerangkan, penggunaan daun jati sebagai pembungkus daging kurban itu sudah dilaksanakan sejak tiga tahun belakangan.

~ Advertisements ~

“Tujuannya untuk mengurangi penggunaan plastik di Kota Idaman,” jelasnya.

Ia juga mengatakan penggunaan kemasan ramah lingkungan tersebut sejalan dengan perintah Surat Edaran Walikota Banjarbaru Nomor: 00.8/0347/DLH/2024 terkait pembagian daging kurban Idul Adha 1445 H.

~ Advertisements ~

“Dari surat edaran itu kami menggunakan daun jati untuk membungkus daging kurban,” ujar Kasi Kasi Pengembangan Partisipasi Masyarakat DLH Banjarbaru, Rabu (19/06/2024).

Sementara itu, dilansir dari berbagai sumber hasil penelitian, membungkus daging dengan daun jati nyatanya memiliki khasiat bagus untuk kualitas daging.

Daun jati diketahui memiliki kandungan anti mikroba yang mampu menghambat pertumbuhan patogen, sehingga dapat memperpanjang masa simpan daging di suhu ruang.

Dilansir dari doktersehat, memakai daun jati, tidak akan ada bahan kimia yang menempel pada makanan, sehingga tidak ada kekhawatiran mengalami dampak kesehatan.

Bungkus makanan dalam hal ini daging sapi dari daun jati pun lebih ramah lingkungan, jika dibandingkan dengan pembungkus berbahan plastik.

Hal ini berarti, menggunakannya tidak akan memicu penumpukan sampah yang merusak lingkungan.

Berdasarkan hasil uji fitokimia dalam daun jati terdapat flavonoid, alkaloid, tanin, napthaquinones dan antrakuinon yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri atau sebagai antibakteri.

Bahkan senyawa aktif dalam daun jati ini dapat digunakan untuk mengawetkan daging.

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog

[10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: Pasar murah di Halaman Kantor Bupati Banjar (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id) [10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar Sediakan Beras Lokal dan Ikan Bersubsidi di Pasar Murah Kantor Bupati Banjar NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyediakan beras lokal dan ikan bersubsidi pada kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (11/03/2026) hingga Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penutupan pasar murah Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar selama dua hari untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, M. Hamdani mengatakan, pihaknya menyiapkan dua komoditas utama dalam kegiatan tersebut, yakni beras lokal serta ikan air tawar. “Untuk hari ini kami menjual beras lokal jenis unus. Per kantong dijual seharga Rp40 ribu dengan isi 4 liter. Harga tersebut sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah sebesar Rp20 ribu per kantong,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan pihaknya menyiapkan sekitar 200 kantong beras atau setara 400 liter. Jumlah yang sama juga akan kembali disediakan pada hari kedua kegiatan pasar murah. Selain beras, DKPP juga membawa ikan air tawar yang terdiri dari ikan nila dan ikan patin. Kedua jenis ikan tersebut dijual dengan harga lebih murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah. “Untuk ikan nila dan patin ini kita berikan subsidi sekitar Rp10 ribu per kilogram dibandingkan harga pasar,” jelas Hamdani. Pada hari pertama pasar murah, DKPP menyiapkan sekitar 100 kilogram ikan nila dan patin. Stok yang sama juga akan disediakan kembali pada hari berikutnya. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah tersebut cukup tinggi karena harga komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. “Antusias masyarakat cukup tinggi. Ada juga yang belum kebagian hari ini dan kemungkinan akan membeli besok karena stok hari ini sudah terbatas,” katanya. Untuk pemerataan, pembelian komoditas dibatasi satu paket untuk setiap orang. Selain itu masyarakat juga diwajibkan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar saat melakukan pembelian. “Setiap orang hanya bisa membeli satu paket dengan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar agar bantuan ini tepat sasaran,” pungkasnya.(nw) [10.58, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar sediakan Ikan bersubsidi di Pasar Murah. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)