Ketua Ombudsman RI Kunjungi Desa Indrasari, Desa Anti Maladministrasi Pertama di Indonesia

by
5 Oktober 2024

NEWSWAY.ID, MARTAPURA– Ketua Ombudsman RI, Mokhammad Najih, melakukan kunjungan kerja ke Desa Indrasari, yang telah ditetapkan sebagai desa anti maladministrasi, di Kantor Pelayanan Terpadu Desa Indrasari, Martapura, Kabupaten Banjar, pada Jumat (4/10/2024) siang.

Kunjungan ini disambut hangat oleh Pjs Bupati Banjar, Akhmad Fydayeen, serta sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Pjs Bupati Akhmad Fydayeen menyampaikan apresiasinya atas pemilihan Desa Indrasari sebagai desa percontohan anti maladministrasi oleh Ombudsman RI.

“Kunjungan ini menjadi kehormatan bagi kami dan juga motivasi untuk terus membangun desa yang berintegritas, transparan, dan bertanggung jawab. Desa Indrasari diharapkan bisa menjadi contoh bagi desa-desa lainnya dalam menjalankan pemerintahan yang baik,” ujar Fydayeen.

~ Advertisements ~

Desa Indrasari diakui sebagai desa percontohan anti maladministrasi pertama di Indonesia, dengan tujuan meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa pemerintah selalu hadir dalam memberikan pelayanan yang terbaik.

Ketua Ombudsman RI, Mokhammad Najih, dalam sambutannya menyebutkan bahwa Desa Indrasari telah menunjukkan praktik pemerintahan desa yang bersih dan melayani.

~ Advertisements ~

“Program desa anti maladministrasi ini bisa menjadi model nasional, di mana pelayanan publik yang baik dan anti maladministrasi dapat direplikasi di seluruh Indonesia. Ini adalah upaya untuk menciptakan pemerintahan desa yang lebih maju,” ungkap Najih.

Dalam kunjungan tersebut, dilakukan dialog interaktif antara perwakilan Ombudsman RI dengan aparat desa, serta pemaparan singkat oleh Pambakal Desa Indrasari, Amat Yani, terkait proses pelayanan publik yang dijalankan di desa tersebut.

Kunjungan diakhiri dengan peninjauan fasilitas pelayanan di Kantor Desa Indrasari, yang dirancang untuk memudahkan warga mendapatkan layanan secara cepat dan transparan.

Dengan kunjungan ini, diharapkan Desa Indrasari dapat terus menginspirasi desa-desa lain di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mengurangi praktik maladministrasi di tingkat desa.

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog

[10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: Pasar murah di Halaman Kantor Bupati Banjar (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id) [10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar Sediakan Beras Lokal dan Ikan Bersubsidi di Pasar Murah Kantor Bupati Banjar NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyediakan beras lokal dan ikan bersubsidi pada kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (11/03/2026) hingga Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penutupan pasar murah Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar selama dua hari untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, M. Hamdani mengatakan, pihaknya menyiapkan dua komoditas utama dalam kegiatan tersebut, yakni beras lokal serta ikan air tawar. “Untuk hari ini kami menjual beras lokal jenis unus. Per kantong dijual seharga Rp40 ribu dengan isi 4 liter. Harga tersebut sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah sebesar Rp20 ribu per kantong,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan pihaknya menyiapkan sekitar 200 kantong beras atau setara 400 liter. Jumlah yang sama juga akan kembali disediakan pada hari kedua kegiatan pasar murah. Selain beras, DKPP juga membawa ikan air tawar yang terdiri dari ikan nila dan ikan patin. Kedua jenis ikan tersebut dijual dengan harga lebih murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah. “Untuk ikan nila dan patin ini kita berikan subsidi sekitar Rp10 ribu per kilogram dibandingkan harga pasar,” jelas Hamdani. Pada hari pertama pasar murah, DKPP menyiapkan sekitar 100 kilogram ikan nila dan patin. Stok yang sama juga akan disediakan kembali pada hari berikutnya. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah tersebut cukup tinggi karena harga komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. “Antusias masyarakat cukup tinggi. Ada juga yang belum kebagian hari ini dan kemungkinan akan membeli besok karena stok hari ini sudah terbatas,” katanya. Untuk pemerataan, pembelian komoditas dibatasi satu paket untuk setiap orang. Selain itu masyarakat juga diwajibkan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar saat melakukan pembelian. “Setiap orang hanya bisa membeli satu paket dengan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar agar bantuan ini tepat sasaran,” pungkasnya.(nw) [10.58, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar sediakan Ikan bersubsidi di Pasar Murah. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)