Ketua Umum PB Lemkari Tekankan Filosofi Karate dan Persatuan Organisasi

by
17 Januari 2026
Ketua PB Lemkari, H Sahbirin Noor atau biasa disapa Paman Birin saat memberikan sambutan. (Foto : newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Lembaga Karate-Do Indonesia (Lemkari), Sihan Sahbirin Noor, menegaskan pentingnya filosofi karate, kejujuran, serta persatuan dalam membesarkan organisasi Lemkari di seluruh Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam kegiatan pelantikan pengurus cabang Lemkari se-Kalimantan Selatan, Sabtu (17/01/2026) di Kiram Park.

Sihan Sahbirin Noor menggambarkan perjalanan Lemkari seperti “anak panah yang telah dilepaskan”, yang terus melaju ke depan menghadapi berbagai tantangan yaitu sang waktu.

Ia mengakui bahwa keluarga besar Lemkari telah melalui masa-masa sulit, termasuk konflik batin selama kurang lebih delapan tahun terkait upaya pihak lain yang ingin mengklaim lambang atau logo Lemkari.

Ketua Umum PB Lemkari, H Sahbirin Noor foto bersama jajaran pengurus Lemkari Kalsel seusai pelantikan. (Foto : newsway.co.id)

“Kehidupan tidak selalu nyaman, indah, dan bahagia. Ada derita yang kita rasakan, termasuk yang dialami keluarga besar Lemkari di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para karateka senior dan Majelis Sabuk Hitam yang tetap setia mengabdikan diri untuk Lemkari meski telah berusia lanjut.

Menurutnya, dalam dunia karate tidak ada kata pensiun selama masih memiliki semangat mengabdi.

“Kita ini keluarga besar. Karate bukan hanya soal fisik, tapi juga pembentukan karakter. Filosofi yang selalu kita ucapkan sebelum latihan—jujur, berprestasi, menjaga sopan santun, dan mampu menguasai diri—itulah yang harus dipegang,” tegasnya.

Sihan Sahbirin Noor menekankan bahwa menjadi karateka sejati tidak selalu diukur dari gelar juara. Prestasi, kata dia, bukan satu-satunya tujuan utama, melainkan bagaimana nilai-nilai karate dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Juara itu penting, tapi yang lebih penting adalah bagaimana ilmu karate membentuk karakter kita. Jangan hanya mengejar juara dadakan, tapi lahir dari latihan yang tekun dan berkelanjutan,” pesannya.

Ia juga berharap para ketua pengurus cabang yang baru dilantik di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya serta menjaga soliditas organisasi.

Selain itu, ia mengajak seluruh keluarga besar Lemkari di Kalimantan Selatan untuk kembali bersatu, bergotong royong, dan membesarkan Lemkari baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Organisasi memang membutuhkan finansial, tetapi bukan itu satu-satunya. Yang paling penting adalah semangat, keikhlasan, dan rasa memiliki. Dengan itu Lemkari bisa menjadi organisasi yang abadi,” pungkasnya.(nw)

Tinggalkan Balasan