Korban Masih Bertambah, Kecamatan Aluh-Aluh Bentuk Tim Gabungan Atasi Serangan Monyet Liar

4 Desember 2025
Rakoor membahas penyerangan kera liar di Aluh-Aluh (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Menyusul serangkaian serangan monyet liar di Kecamatan Aluh-Aluh dan Beruntung Baru, Pemerintah Kecamatan Aluh-Aluh menggelar rapat koordinasi lintas sektor, Rabu (3/12/2025). Rapat tersebut digelar untuk menentukan langkah cepat dan terukur dalam menekan potensi bertambahnya korban.

Camat Aluh-Aluh, Aditya Yudi Dharma mengatakan, rapat menghasilkan kesepakatan pembentukan tim gabungan serta pendirian posko di dua kecamatan, tepatnya di kawasan perbatasan yang menjadi lokasi rentetan serangan.

“Kami sepakat membentuk tim gabungan dan mendirikan posko di perbatasan Aluh-Aluh dan Beruntung Baru, karena titik serangan berada di sekitar wilayah tersebut,” katanya.

Aditya menjelaskan, data awal mencatat delapan korban, tetap korban saat ini tercatat bertambah.

“Korban mengalami luka cakaran hingga gigitan. Beberapa harus mendapatkan jahitan. Karena ada risiko rabies, kami minta puskesmas menyediakan vaksin dan penanganan medis cepat,” ucapnya.

Serangan terjadi ketika warga sedang beraktivitas normal di sekitar permukiman. Kondisi ini memicu kecemasan masyarakat.

“Masyarakat sangat resah. Bahkan ada warga yang berjaga siang dan malam untuk mengantisipasi kemunculan monyet liar,” ungkap Aditya.

Serangan terbanyak terjadi pada siang hingga sore hari, namun beberapa kasus juga terjadi pada pagi hari, seperti insiden di Beruntung Baru pada Selasa lalu. Pihak kecamatan belum dapat memastikan penyebab agresivitas hewan yang biasanya hidup di sepanjang bantaran sungai.

“Selama ini kera tidak pernah menyerang warga. Kami belum memastikan apakah pelakunya satu ekor atau lebih. Masih dalam pendalaman,” katanya.

Sebagai langkah konkret, tim gabungan dijadwalkan memasang jebakan pada Jumat mendatang. Penentuan hari bukan tanpa alasan.

“Penangkapan harus dilakukan oleh petugas berkeahlian khusus seperti Animal Rescue Banjarmasin. Mereka baru dapat turun pada Jumat, sehingga kami sepakati hari itu sebagai pelaksanaan giat di lapangan,” jelasnya.

Selain itu, posko desa akan tetap siaga 24 jam untuk memantau kemungkinan kemunculan hewan liar tersebut.

Sebagai informasi, Hingga hari ini Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar mencatat 11 warga menjadi korban, masing-masing 5 kasus terjadi di Kecamatan Aluh-Aluh dan 6 kasus lainnya di Kecamatan Beruntung Baru. Informasi ini disampaikan oleh Tim Pengelola Zoonosis Dinkes Banjar.

Rapat koordinasi ini dihadiri berbagai unsur, mulai dari BKSDA Kalsel, Animal Rescue Banjarmasin, Dinas Damkar Banjar, Dinas Peternakan Banjar, Dinas Kesehatan Banjar, jajaran Forkopimcam, perwakilan puskesmas, hingga pemerintah desa.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog