Lewat Pelatihan Kuliner, DPC Perwira Banjar Dorong UMKM Perempuan Berani Berinovasi

25 Januari 2026
Chef Agus melakukan pelatihan masak kepada kelompok UMKM Perempuan Banjar (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Upaya mendorong pelaku usaha mikro perempuan agar lebih berani berinovasi terus dilakukan Dewan Pengurus Cabang Perkumpulan Perempuan Wirausaha Indonesia (DPC Perwira) Kabupaten Banjar. Salah satunya melalui pelatihan kuliner yang digelar bersama produsen mi nasional, Mie Burung Dara.

Pelatihan yang berlangsung di Aula Kecamatan Martapura, Sabtu (24/1/2026), menjadi ruang belajar bagi puluhan UMKM perempuan untuk mengembangkan ide usaha berbasis kuliner, khususnya olahan mi yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga menyaksikan langsung praktik pengolahan menu dari sejumlah praktisi kuliner. Hadir sebagai pemateri Chef Agusta Sirahan, Chef Elisa selaku Brand Ambassador Mie Burung Dara, serta perwakilan manajemen Mie Burung Dara, Yansen.

Ketua DPC Perwira Kabupaten Banjar, Misriah menyampaikan, pelatihan ini dirancang sebagai sarana peningkatan keterampilan sekaligus kreativitas pelaku UMKM agar mampu beradaptasi dengan tren pasar.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin peserta mendapatkan perspektif baru dalam mengolah produk yang sudah akrab di masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai, inovasi menjadi kunci penting agar UMKM tidak berjalan di tempat dan mampu bertahan di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.

Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Sosial Kabupaten Banjar sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha masyarakat.

Ketua DPD Perwira Kalimantan Selatan, Wahidah mengapresiasi pelaksanaan pelatihan yang dinilai relevan dengan kebutuhan pelaku usaha kuliner saat ini.

“UMKM perlu variasi produk agar tidak monoton. Dari kegiatan ini, peserta bisa mendapatkan inspirasi baru,” ucapnya.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat dikembangkan lebih lanjut dan diterapkan dalam usaha masing-masing, termasuk dengan mengangkat cita rasa lokal Kalimantan Selatan.

“Kuliner daerah kita sangat kaya. Tinggal bagaimana mengemasnya agar sesuai dengan selera pasar masa kini,” tutup Wahidah.(nw)

Tinggalkan Balasan