NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Pengaturan parkir dan arus lalu lintas kembali menjadi perhatian utama menjelang pelaksanaan Momen 5 Rajab 2025 di Sekumpul, Martapura. Untuk menghindari kepadatan dan mempermudah pengendalian arus kendaraan, Satuan Lalu Lintas Polres Banjar menegaskan pentingnya kepatuhan jemaah terhadap penggunaan stiker dan lokasi kantong parkir.
KBO Satlantas Polres Banjar Iptu Tri Widodo Setiawan menyampaikan, jemaah yang datang dari wilayah Hulu Sungai diminta tidak memaksakan diri memarkir kendaraan melewati Titik Lokasi (TL) Sekumpul. Parkir telah disiapkan sebelum titik tersebut dan harus dimanfaatkan sesuai arahan petugas.
“Tujuan utama pengaturan ini agar arus datang dan arus balik tetap lancar. Jemaah dari Hulu Sungai sebaiknya parkir di kantong yang telah disediakan sebelum TL Sekumpul,” ujar Iptu Tri Widodo.
Ia menjelaskan, aturan tersebut juga berlaku bagi jemaah dari Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, serta wilayah Kalimantan Tengah bagian utara yang masuk melalui jalur Hulu Sungai.
Menurutnya, kendaraan yang tetap melintas dan parkir melewati TL Sekumpul berpotensi terdampak rekayasa lalu lintas satu arah (one way) saat arus kepulangan. Sistem one way tersebut rencananya mulai diberlakukan pukul 20.00 Wita, dengan persiapan pengosongan jalur sejak pukul 19.00 Wita.
“Kalau sudah terlanjur parkir di dalam, saat arus balik jemaah akan diarahkan memutar cukup jauh karena mengikuti sistem satu arah,” jelasnya.
Untuk jalur menuju kawasan Hulu Sungai, one way direncanakan berlangsung hingga pukul 06.00 Wita dengan titik akhir di Bundaran Bungur, Kabupaten Tapin. Sementara di wilayah Kabupaten Banjar, pengaturan satu arah diberlakukan sejak pukul 20.00 Wita hingga sore hari berikutnya, dengan batas pengendalian hingga perbatasan Binuang atau Simpang Tiga Tungkap.
Iptu Tri menjelaskan, apabila kepadatan jemaah masih tinggi, penerapan one way bisa diperpanjang hingga malam hari, sesuai kebijakan Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Selatan.
Selain pengaturan parkir, penggunaan stiker kendaraan juga menjadi bagian penting dari sistem pengamanan lalu lintas. Panitia Induk Sekumpul menetapkan empat warna stiker sebagai penanda asal dan jalur kedatangan jemaah.
Stiker biru diperuntukkan bagi jemaah dari wilayah Hulu Sungai yang masuk melalui Jalan A Yani atau jalur Margasari–Jejangkit. Stiker merah digunakan oleh jemaah dari Banjarmasin, Banjarbaru, Barito Kuala, Gambut, dan Sungai Tabuk.
Sementara stiker kuning menandai jemaah dari wilayah Tanah Laut, Kotabaru, Tanah Bumbu, Kiram, serta Cempaka. Adapun stiker abu-abu diperuntukkan bagi jemaah yang datang melalui jalur sungai.
Setiap stiker wajib mencantumkan nama desa atau kelurahan serta nomor kontak penanggung jawab rombongan, tanpa tambahan tulisan lain, dan harus mengikuti contoh resmi yang telah ditentukan panitia.
Salah satu jemaah asal Kalimantan Timur, Dani, mengaku telah menyesuaikan warna stiker kendaraannya.
“Kami dari Kaltim ikut jalur Hulu Sungai, jadi pakai stiker biru,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar, I Gusti Nyoman Yudiana mengimbau seluruh jemaah agar memasang stiker dan mematuhi arahan petugas di lapangan. Menurutnya, kepatuhan jemaah akan sangat membantu kelancaran pengaturan parkir dan lalu lintas selama puncak kegiatan 5 Rajab.(nw)
“Dengan stiker dan disiplin mengikuti arahan, petugas lebih mudah mengarahkan kendaraan ke kantong parkir yang sudah dipetakan,” pungkasnya.
