Menjelang Nataru dan 5 Rajab, DKUMPP Banjar Sebut Harga Bahan Pokok Alami Kenaikan, Stok Aman

15 Desember 2025
Staff Kasi Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Banjar, Abdurrahim (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Aktivitas transaksi di pasar tradisional Kabupaten Banjar terpantau meningkat seiring mendekatnya perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta momen 5 Rajab. Seiring naiknya aktivitas belanja masyarakat, sejumlah harga bahan kebutuhan pokok mulai mengalami penyesuaian.

Meski demikian, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Banjar memastikan ketersediaan bahan pokok masih mencukupi dan belum ditemukan indikasi kelangkaan.

Staf Kasi Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Disdagin Banjar, Abdurrahim menyebut, kenaikan harga jelang hari besar merupakan pola yang hampir selalu terjadi setiap tahun.

“Setiap mendekati hari besar keagamaan atau perayaan nasional, permintaan meningkat. Kondisi itu biasanya berdampak langsung pada harga di pasaran,” sebutnya saat ditemui di kantornya, Senin (15/12/2025).

Ia menjelaskan, lonjakan harga paling terasa pada komoditas hortikultura dan produk hewani. Beberapa di antaranya cabai rawit, bawang merah, berbagai jenis sayuran, daging ayam, dan daging sapi. Selain itu, kacang tanah juga tercatat mengalami kenaikan.

“Komoditas yang cenderung cepat naik itu sayur-mayur dan daging. Sementara kebutuhan pokok lain seperti beras, minyak goreng, telur, gula, serta mi instan masih relatif stabil,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kenaikan harga dalam beberapa hari terakhir berada pada kisaran Rp2.000 hingga Rp5.000 per item, tergantung jenis barang. Adapun harga gula pasir mengalami kenaikan tipis, sekitar Rp500 sampai Rp1.000 per liter, dengan stok yang dinilai aman.

Abdurrahim mengatakan, kenaikan tersebut bukan dipicu oleh terbatasnya pasokan, melainkan murni karena meningkatnya kebutuhan masyarakat.

“Dari pengecekan di gudang dan lapak pedagang, persediaan masih cukup. Jadi ini lebih karena permintaan yang naik, bukan karena barang langka,” katanya.

Untuk menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat, Pemerintah Kabupaten Banjar berencana menggelar pasar murah di sejumlah lokasi yang dinilai rawan gejolak harga.

“Kami menyiapkan pasar murah sebagai langkah pengendalian harga, terutama menjelang 5 Rajab. Harapannya masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau,” ungkapnya.

Pasar murah tersebut direncanakan berlangsung sekitar pertengahan pekan ini, dengan lokasi sementara di halaman Kantor Kelurahan Sekumpul, setelah dilakukan koordinasi lintas pihak.

“Targetnya sebelum 5 Rajab sudah terlaksana. Kami juga mengupayakan adanya penjualan LPG, karena itu termasuk kebutuhan penting masyarakat,” tutur Abdurrahim.

Ia menegaskan, secara umum kondisi pasokan bahan pokok di Kabupaten Banjar dipastikan aman hingga Nataru dan 5 Rajab. Pihaknya juga mengingatkan para pedagang dan distributor agar tidak melakukan kenaikan harga yang tidak wajar.

“Kami berharap semua pelaku usaha bisa menahan diri dan tidak mencari keuntungan berlebihan. Stabilitas harga ini tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Abdurrahim turut mengajak masyarakat menjaga situasi pasar tetap kondusif, mengingat Kabupaten Banjar akan menjadi salah satu tujuan kunjungan masyarakat dari luar daerah.

“Dengan harga yang terkendali, stok aman, dan suasana yang nyaman, semoga Kabupaten Banjar tetap memberikan kesan positif bagi para pendatang maupun warga lokal,” tutupnya.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog