Optimalkan Pelayanan, Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Kalimantan Selatan Siap Menerima Aduan Masyarakat

by
13 November 2024
Suasana Monitoring dan evaluasi tindaklanjut pengelolaan aduan masyarakat, yang digelar BPN Kalsel. (Foto : ist/newsway.id)

NEWSWAY.ID, BANJARBARU – Sebagai pelaksana pelayanan publik di bidang pertanahan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional berkewajiban memberikan informasi pertanahan kepada masyarakat dengan mudah dan efisien.

Untuk itu perbaikan terus dilakukan agar terwujud pelayanan yang semakin mudah, sederhana, cepat dan transparan, Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional mengadakan kegiatan monitoring dan evaluasi terkait tindak lanjut pengelolaan aduan masyarakat.

“Kegiatan monitoring diikuti oleh seluruh satuan kerja di lingkungan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Kalimantan Selatan. Sebagai salah satu wujud perubahan perbaikan pelayanan publik dapat dilakukan melalui penguatan partisipasi masyarakat melalui pengaduan,” terang Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah BPN Kalimantan Selatan, Budiyarsih, SE.

Upaya tersebut menurutnya sebagai langkah konkret dalam mencapai visi tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

~ Advertisements ~

Ia juga menegaskan bahwa pentingnya pengelolaan aduan masyarakat sebagai bahan evaluasi di tingkat pimpinan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

“Pengelolaan pengaduan di daerah akan menjadi bahan evaluasi di rapat-rapat bersama pimpinan. Mari kita menargetkan diri menjadi yang pertama, agar nama Kalimantan Selatan selalu muncul dalam 3 besar di rapat pimpinan atau rapat kerja nasional ke depannya,” ujarnya.

~ Advertisements ~

Sementara itu Farizal Caturhutomo, SH M Kn Analis Informasi di Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional, menegaskan pentingnya aduan sebagai sarana aspirasi masyarakat.

“Aduan tidak selamanya bersifat negatif, tetapi menjadi jembatan bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat mengenai pelayanan yang diterima,” paparnya.

Ia mengatakan masyarakat dapat menyampaikan aduan terkait pelayanan pertanahan di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Kalimantan Selatan melalui berbagai saluran.

Selain layanan tatap muka, pengaduan dapat disampaikan melalui SP4N-LAPOR!, email ([email protected]), hotline WhatsApp (0811-1068-000), dan media sosial Kementerian ATR/BPN seperti Instagram, Facebook, dan X dengan tagar #TanyaATRBPN. Setiap aduan yang masuk ke layanan WhatsApp akan ditanggapi dalam waktu 1×24 jam,” bebernya.

Dari penuturannya, hasil monitoring menunjukkan bahwa pengelolaan aduan melalui kanal SP4N-LAPOR! dan hotline WhatsApp di lingkungan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Kalimantan Selatan sudah berjalan dengan baik.

“Hal-hal yang mengarah pada tujuan pelayanan prima akan terus dilaksanakan oleh seluruh satuan kerja di lingkungan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Kalimantan Selatan untuk memberikan pelayanan publik yang terbaik kepada masyarakat,” tuntasnya.

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog

[10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: Pasar murah di Halaman Kantor Bupati Banjar (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id) [10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar Sediakan Beras Lokal dan Ikan Bersubsidi di Pasar Murah Kantor Bupati Banjar NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyediakan beras lokal dan ikan bersubsidi pada kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (11/03/2026) hingga Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penutupan pasar murah Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar selama dua hari untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, M. Hamdani mengatakan, pihaknya menyiapkan dua komoditas utama dalam kegiatan tersebut, yakni beras lokal serta ikan air tawar. “Untuk hari ini kami menjual beras lokal jenis unus. Per kantong dijual seharga Rp40 ribu dengan isi 4 liter. Harga tersebut sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah sebesar Rp20 ribu per kantong,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan pihaknya menyiapkan sekitar 200 kantong beras atau setara 400 liter. Jumlah yang sama juga akan kembali disediakan pada hari kedua kegiatan pasar murah. Selain beras, DKPP juga membawa ikan air tawar yang terdiri dari ikan nila dan ikan patin. Kedua jenis ikan tersebut dijual dengan harga lebih murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah. “Untuk ikan nila dan patin ini kita berikan subsidi sekitar Rp10 ribu per kilogram dibandingkan harga pasar,” jelas Hamdani. Pada hari pertama pasar murah, DKPP menyiapkan sekitar 100 kilogram ikan nila dan patin. Stok yang sama juga akan disediakan kembali pada hari berikutnya. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah tersebut cukup tinggi karena harga komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. “Antusias masyarakat cukup tinggi. Ada juga yang belum kebagian hari ini dan kemungkinan akan membeli besok karena stok hari ini sudah terbatas,” katanya. Untuk pemerataan, pembelian komoditas dibatasi satu paket untuk setiap orang. Selain itu masyarakat juga diwajibkan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar saat melakukan pembelian. “Setiap orang hanya bisa membeli satu paket dengan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar agar bantuan ini tepat sasaran,” pungkasnya.(nw) [10.58, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar sediakan Ikan bersubsidi di Pasar Murah. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)