NEWSWAY.CO.ID, JAWA TENGAH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas menyatakan komitmennya untuk membantu menyelesaikan masalah yang dialami Yulia Nurul, pemenang undian Honda Brio dalam acara jalan sehat HUT ke 80 RI. Hingga kini, warga Desa Sudagaran tersebut belum juga menerima hadiah mobil yang dijanjikan.
“Informasinya pada saat akan digunakan untuk membayar mobil, uangnya dibawa oleh salah satu pegawainya. Ini lagi dicari orangnya, EO-nya tetap bertanggung jawab,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Banyumas sekaligus Ketua Panitia HUT ke-80 RI, Agus Nur Hadie, saat dihubungi, Selasa (10/2/2026).
Agus menjelaskan bahwa acara jalan sehat tersebut merupakan hasil kerja sama antara pemkab dengan sebuah event organizer (EO).
Meskipun pemkab menggelar berbagai lomba seperti tenis dan paduan suara, khusus untuk jalan sehat, tanggung jawab teknis berada di tangan EO sebagai mitra penyelenggara.

Uang Tiket Dibawa Kabur Pegawai EO
Persoalan muncul ketika uang hasil penjualan tiket jalan sehat seharga Rp 2.500 per lembar tersebut diduga dibawa lari oleh salah satu oknum karyawan EO.
Hal inilah yang menyebabkan pembayaran unit mobil ke pihak diler terhambat hingga berbulan-bulan. Agus menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam dan telah menjembatani pertemuan antara pihak pemenang dengan pengelola EO.
Menurutnya, pihak EO telah menyatakan komitmen untuk tetap memenuhi hak pemenang meski sedang mengalami kendala internal. “Sudah ada pertemuan antara pemenang dengan EO,” kata Agus.
Pihak pemkab terus memantau perkembangan kasus ini agar hadiah utama yang menjadi hak warga segera diserahkan. Pasalnya, acara yang berlokasi di Menara Teratai Purwokerto tersebut sudah berlangsung sejak 24 Agustus 2025 lalu.
Pemenang Ancam Tempuh Jalur Hukum
Keterlambatan selama hampir enam bulan ini membuat pihak pemenang mulai kehilangan kesabaran. Suami Yulia Nurul, Muskinul Fuad, mengaku sudah melengkapi seluruh persyaratan administrasi termasuk menyerahkan KTP untuk proses pendataan sejak awal September 2025.
Fuad merasa pihak panitia terus mengulur waktu penyerahan hadiah tanpa kepastian yang jelas. “Dari pihak EO kan menghubungi saya itu sekitar awal September. Nanti hadiah akan diserahkan di tanggal sekian, tapi setelah tiba tanggal tersebut, kenapa belum bisa dilakukan pengambilan,” ungkap Fuad.
Karena tidak kunjung ada kejelasan fisik mobil Honda Brio tersebut, Fuad mengancam akan membawa kasus ini ke ranah hukum. la mempertimbangkan untuk mengajukan gugatan jika mediasi yang difasilitasi pemkab tidak segera membuahkan hasil nyata dalam waktu dekat.(nw)
Reporter: Suho
