Pentas Mamanda Hidupkan Ruang Publik, KEK Banjarbaru Dorong Budaya Jadi Kekuatan Ekonomi

8 Februari 2026

NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Upaya memadukan pelestarian seni tradisi dengan penguatan ekonomi kreatif terus digencarkan Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Kota Banjarbaru. Salah satunya melalui pementasan Mamanda lintas generasi yang digelar di Panggung Taman Van der Pijl, Sabtu (7/2/2026) malam.

Ratusan warga tampak memadati area taman sejak sore hari untuk menyaksikan teater khas Kalimantan Selatan tersebut. Kehadiran Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby turut menambah semarak kegiatan yang dikemas dalam tajuk “Pentas Mamanda dan Silaturahim Paguyuban/Komunitas Seni Banjarbaru”.

Ketua Umum KEK Banjarbaru Riandy Hidayat menuturkan, pertunjukan Mamanda tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga wadah memperkuat identitas kota sebagai pusat ekonomi kreatif berbasis budaya.

“Melalui Mamanda, kita ingin menunjukkan bahwa seni tradisi bisa berjalan seiring dengan inovasi. Di sinilah budaya menjadi sumber nilai ekonomi, bukan sekadar warisan yang dipajang,” tuturnya.

~ Advertisements ~

Menurut Riandy, ekosistem Mamanda melibatkan banyak sektor, mulai dari perajin busana, penata musik, seniman panggung, hingga pelaku UMKM yang memanfaatkan keramaian kegiatan. Hal tersebut sejalan dengan konsep ekonomi kreatif yang mengedepankan kolaborasi lintas bidang.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan bahwa KEK Banjarbaru tengah memperkuat jejaring dengan Indonesia Creative Cities Network (ICCN) guna mengimplementasikan 10 Prinsip Kota Kreatif Indonesia. Langkah tersebut dijalankan melalui strategi Catha Ekadasa atau sebelas jurus penguatan hexa helix.

“Target kami, ruang publik Banjarbaru semakin sering menjadi panggung seni. Minimal sebulan sekali ada pertunjukan, sehingga kota terasa hidup dan masyarakat punya ruang berekspresi,” katanya.

Pementasan Mamanda malam itu mengangkat kisah Putri Raja Kencana Emas yang menimba ilmu demi membawa kemajuan bagi negerinya. Alur cerita dibalut dialog improvisatif dan humor segar yang menjadi ciri khas Mamanda, membuat penonton larut dalam pertunjukan.

Salah seorang pegiat budaya, H.E. Benjamin, menyebut kegiatan ini sebagai langkah positif untuk menghidupkan kembali denyut kesenian lokal.

“Banjarbaru punya potensi besar sebagai kota kreatif. Dengan konsistensi seperti ini, saya yakin Banjarbaru bisa dikenal sebagai kota yang kuat dari sisi budaya dan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, KEK Banjarbaru berharap seni tradisi tidak hanya lestari, tetapi juga tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. (nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog