Penyuluh Perikanan Aranio Sebut Ciri Morfologi Mirip Lohan, DKPP Banjar Ambil Sampel untuk Identifikasi Awal

27 November 2025
Sampel ikan yang mirip lohan yang diambil dari Waduk Riam Kanan (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Temuan ikan yang diduga lohan di Waduk Riam Kanan semakin menguat setelah hasil pengamatan lapangan menunjukkan kesesuaian bentuk tubuh dengan morfologi lohan.

Penyuluh Perikanan Kecamatan Aranio Ahmad Fauzi, menjadi pihak pertama yang menyampaikan identifikasi awal tersebut sebelum kemudian ditindaklanjuti oleh DKPP Banjar melalui pengambilan sampel awal.

Ahmad Fauzi menjelaskan, ikan yang banyak tertangkap nelayan menunjukkan ciri fisik yang identik dengan ikan lohan pada umumnya.

“Secara morfologi tidak jauh berbeda dengan lohan yang kita kenal sebagai ikan hias. Bentuknya sama dan perilakunya sama. Hanya warnanya saja kusam karena hidup di alam, bukan di akuarium,” jelasnya.

Ia mengatakan, ikan tersebut memiliki sifat predator, teritorial, serta berkembang biak sepanjang tahun sehingga populasinya cepat meningkat dan mendominasi perairan waduk.

“Anak-anak ikan lokal seperti puyau, toman, nilem hingga gurame jadi santapan,” katanya.

Fauzi mengungkapan, lohan diyakini bukan ikan asli Riam Kanan dan kemungkinan besar berasal dari ikan hias yang dilepas warga puluhan tahun lalu hingga akhirnya berkembang biak tanpa terkendali.

Menindaklanjuti pengamatan penyuluh dan hasil observasi serta pemantauan lanjutan yang dilakukan oleh tim DKPP, Rabu (26/11/2025).

Plt Kabid Perikanan Tangkap DKPP Banjar Bandi Chairullah, membenarkan temuan awal di lapangan menunjukkan kemiripan dengan ikan lohan.

“Informasi penyuluh sesuai dengan hasil sampel yang kami lihat. Secara morfologi memang menyerupai lohan,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan, kepastian jenis tetap membutuhkan kajian ilmiah. DKPP Banjar akan berkoordinasi dengan BRIN, dinas provinsi, dan universitas untuk memastikan asal-usul dan dampak ekologis ikan tersebut.

“Kami ingin memastikan spesiesnya secara ilmiah, termasuk apakah ini benar lohan, hibrid non lokal atau varian lain. Ini penting agar penanganannya tepat,” jelasnya.

Bandi mengungkapkan, persoalan ini diperlukan koordinasi bersama dinas kelautan dan perikanan (DKP) Kalsel dan multi pihak terkait.

“Agar sebagaimana keresahan ini mendapatkan solusi strategis yang arif dan bijaksana dalam pengelolaan perikanan tangkap maupun ekosistem waduk Riam Kanan. Sehingga perlu sinergitas yang kolaboratif dalam persoalan ikan ini,” ucapnya.

Menurut Bandi, laporan nelayan mengenai menurunnya hasil tangkapan ikan lokal menjadi perhatian serius pemerintah.

“Ikan ini tidak memiliki nilai ekonomis dan diduga bersifat agresif dan invansif yang mendesak populasi ikan lokal. Ini jelas berpengaruh terhadap pendapatan nelayan,” katanya.

Berdasarkan analisis USG, persoalan ini memiliki tingkat urgensi dan keseriusan tinggi serta berpotensi berkembang pesat jika tidak segera ditangani.

Analisis SWOT menunjukkan, perlunya kebijakan pengendalian populasi ikan invasif, regulasi pelepasan ikan hias serta edukasi masyarakat. Dengan langkah strategis berupa identifikasi ilmiah, sosialisasi, regulasi dan monitoring berkelanjutan, diharapkan ekosistem waduk tetap terjaga dan kesejahteraan nelayan dapat dipulihkan.

DKPP Banjar kini menyiapkan beberapa langkah tindak lanjut, yaitu dengan identifikasi ilmiah lanjutan melalui lembaga riset, penyusunan regulasi terkait pelepasan ikan hias di perairan umum, edukasi kepada pemancing, penghobi ikan hias dan pembudidaya serta monitoring berkala untuk melihat dinamika populasinya.

“Kami mendorong kolaborasi semua pihak agar Waduk Riam Kanan tetap terjaga dan spesies lokal tidak hilang,” tegasnya.

DKPP Banjar bersama penyuluh perikanan di lapangan menanggapi serius keresahan masyarakat terkait munculnya ikan mirip lohan di Waduk Riam Kanan. Berdasarkan laporan nelayan, ikan tersebut sering tertangkap, namun tidak memiliki nilai ekonomi dan dikhawatirkan mengganggu ekosistem serta menurunkan hasil tangkapan ikan konsumsi.

Saat ini, langkah identifikasi ilmiah akan dilakukan untuk memastikan jenis ikan dan dampaknya terhadap perairan Waduk Riam Kanan.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog