NEWSWAY.CO.ID, YOGYAKARTA – Mahasiswa Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta asal Kota Banjarbaru, Brusheila Devi Proboyasti menggelar Karya tari kontemporer berjudul Perempuan Sungai dalam ujian koreografi smester ganjil di Gallery Seni Pascasarjana ISI Yogyakarta, Sabtu (13/12/2025).
Dalam karyanya Sheila mengangkat budaya lokal Kalimantan Selatan yang menghadirkan refleksi mendalam tentang kehidupan sosial-budaya perempuan Banjar, pasalnya menurut dia selama ini menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas pasar terapung.
“Karya ini lahir dari fenomena pergeseran peran perempuan akibat perubahan sosial dan arus modernisasi yang semakin kuat,” ujarnya kepada newsway.co.id.
Sheila menjabarkan, bahwa melalui medium tubuh penari, Perempuan Sungai menerjemahkan pengalaman sosial dan nilai-nilai budaya perempuan Banjar ke dalam bahasa gerak yang ekspresif dan simbolik.
“Karya ini dikemas dalam format tari duet yang menampilkan relasi dua perempuan sebagai representasi dua generasi dengan pengalaman perubahan yang berbeda,” ungkapnya.
Lebih jauh, Sheila mengatakan interaksi antarpenari diwujudkan melalui rangkaian gerak yang harmonis, kontras, hingga saling menopang.
Relasi tersebut menurut mahasiswi jebolan Sendratasik Unlam ini menjadi simbol dinamika antara tradisi dan modernitas yang terus bernegosiasi dalam kehidupan perempuan Banjar masa kini.
“Struktur dramaturgi tiga bagian menggambarkan perjalanan dari keselarasan tradisi, munculnya konflik nilai, hingga terciptanya keseimbangan baru yang lebih adaptif,” urainya.
Ia juga menceritakan proses penciptaan karya dilakukan melalui pendekatan practice-based research dengan tahapan eksplorasi, improvisasi, komposisi, dan evaluasi.
“Aktivitas pasar terapung, relasi sosial perempuan Banjar, serta pengalaman tubuh penari menjadi sumber utama dalam pencarian dan pengembangan gerak. Berbagai elemen pendukung seperti musik, kostum, properti, dan tata cahaya turut memperkuat makna simbolik yang ingin disampaikan,” ujarnya.
Secara keseluruhan, menurut Sheila, Perempuan Sungai menegaskan peran penting perempuan Banjar sebagai penjaga sekaligus penggerak budaya sungai.
“Di tengah arus perubahan zaman, perempuan tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu beradaptasi dan membangun identitas baru tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi. Karya ini diharapkan dapat menjadi kontribusi artistik sekaligus akademik dalam pengembangan penciptaan tari kontemporer berbasis sosial dan budaya. Karena saya mahasiswi dari Banjar maka sudah sewajarnya ikut mempromosikan budaya melalui karya,” tutupnya.(nw)
