NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Untuk memastikan rangkaian Hari Jadi Kota Banjarbaru yang ke 27 berjalan dengan lancar, Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby memimpin rapat finalisasi di Aula Gawi Sabarataan, Balai Kota Banjarbaru, Rabu (1/4/2026).
Munculnya isdu anggaran besar yang diproyeksikan dari para donaturmenjadi bahasan utama dalam rapat koordinasi tersebut, namun wali kota secara tegas menekankan pentingnya efisiensi anggaran serta perubahan pola pembiayaan peringatan hari jadi yang selama ini identik dengan penggalangan donasi terbuka.

Wali Kota secara tegas meminta seluruh panitia melakukan rasionalisasi pada setiap pos kegiatan yang diusulkan. Dari rencana anggaran awal sebesar Rp 1.458.349.000, panitia berhasil melakukan efisiensi hingga tersisa Rp 293.994.000, terjadi penghematan sebesar Rp 1.164.355.000.
Angka tersebut, menurut Lisa Halaby, sekaligus meluruskan informasi yang beredar di media sosial yang menyebut peringatan hari jadi tahun ini menelan anggaran miliaran rupiah untuk menunjang rangkaian acara.

“Setiap kegiatan harus dihitung secara cermat dan efisien. Kita ingin peringatan ini tetap meriah, tetapi tidak berlebihan dalam penggunaan anggaran,” ujarnya.
Lebih jauh, ia juga menegaskan bahwa setelah rapat menjadi yang terakhir panitia membuka open donasi dari pihak ketiga.


“Pada tahun-tahun sebelumnya, kegiatan hari jadi kerap melibatkan dukungan terbuka dari berbagai pihak. Saya minta ke depan tidak ada lagi open donasi untuk Hari Jadi Banjarbaru. Ini yang terakhir. Kita ingin tata kelola yang lebih tertib, transparan, dan tidak menimbulkan persepsi yang keliru di masyarakat,” katanya.

Wali Kota juga menginginkan rangkaian Hari Jadi ke-27 benar-benar menjadi pesta bagi seluruh warga Banjarbaru bukan hanya ASN saja yang menikmati.

Bahkan ia meminta panitia menyiapkan kursi khusus bagi masyarakat yang ingin hadir dalam acara puncak.
“Pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Banjarbarueselon III dan IV bersedia memberikan kursi yang biasa mereka duduki kepada warga. Berikan ruang seluas-luasnya kepada masyarakat. Ini hari jadi kota kita bersama,” ujarnya.

Secara pribadi, Wali Kota juga menginginkan peringatan hari jadi tahun ini memiliki makna spiritual yang kuat. Ia berinisiatif mengundang pendakwah nasional, Ustadz Hanan Attaki, untuk memberikan tausiyah dalam rangkaian Salat Hajat bersama yang akan digelar di Masjid Agung Al-Munawwarah Banjarbaru.
Seluruh biaya menghadirkan penceramah tersebut ditanggung secara pribadi olehnya, bukan dari anggaran pemerintah kota maupun panitia.

“Peringatan Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru harus menjadi momentum kebersamaan, ungkapan rasa syukur, sekaligus perbaikan tata kelola pemerintahan. Mari kita gawi sabarataan, bakurinah gasan Banjarbaru Emas,” pungkasnya.(nw)
