Proyek Lama Banjarbaru Dibahas Lisa Halaby Bersama Kementrian ATR BPN

by
26 Agustus 2025
Wali Kota Banjarbatu, Hj Erna Lisa Halaby saat memaparkan rencana proyek strategis di hadapan jajaran Kementrian ATR/BPN di Jakarta. (Foto : MC/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Beberapa proyek Kota Banjarbaru yang pernah digagas pada era sebelumnya baru-baru ini kembali dimunculkan oleh Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby dan direncanakan akan dilanjutkan.

Sebut saja ada kawasan Aerocity di kawasan Landasan Ulin dan Liang Anggang, kemudian pembangunan stadion dengan kapasitas 23 ribu, rencana pembangunan flyover simpang empat dan pembangunan kantor Pemko Banjarbaru yang direncanakan tujuh lantai.

Bakhan sebelum dilakukan Rakor ke Jakarta, perencanaan itu sempat dibahas diinternal Pemko pada Kamis, (18/08/2025).

Didampingi Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera dan jajaran, Wali Kota menggelar rapat koordinasi lintas sektor dalam rangka membahas Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Perencanaan (WP) Aerocity  bersama Kementerian ATR/BPN yang dihadiri oleh Direktur Jenderal Tata Ruang, Dr. Ir. Suyus Windayana, bertempat di Jakarta, Senin (25/08/2025).

Dalam rapat koordinasi tersebut, Wali Kota Lisa, memaparkan rencana detail tata ruang Wilayah Perencanaan (WP) Aerocity seluas kurang lebih 7.216 Hektare yang meliputi wilayah Kecamatan Landasan Ulin dan Kecamatan Liang Anggang berada di dalam Kawasan Metropolitan Banjarbakula yang ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Nasional.

“WP Aerocity tidak hanya menjadi simpul transportasi tetapi juga menjadi pusat ekonomi baru. Data menunjukkan tingginya arus penumpang di Bandara Internasional Syamsuddin Noor yang memberi peluang besar bagi sektor transportasi, pergudangan, perdagangan hingga jasa pariwisata,” uangkap Wali Kota Lisa.

Lisa menambahkan, bahwa fokus utama mencakup Pembangunan infrastruktur seperti pusat perdagangan, perkantoran dan Central Business District (CBD), dengan penekanan pada konsep Banjarbakula untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan resapan air.

“Ini sejalan dengan visi pembangunan BANJARBARU EMAS. Disamping itu juga selaras dengan tujuan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Banjarbaru Tahun 2024 – 2043 yaitu mewujudkan Kota Banjarbaru sebagai Ibukota Provinsi yang nyaman sebagai hunian, layanan pendidikan. Termasuk transportasi, pariwisata, industri perdagangan dan jasa berskala nasional dengan mengedepankan efisiensi pemanfaatan ruang,” ucapnya.

Lisa menegaskan, agar seluruh isu strategis tersebut mendapat dukungan yang positif dan konstruktif dari kementerian dan lembaga terkait, hal ini penting untuk memperlancar proses persetujuan substansi dari Menteri ATR BPN.

“Dengan ditetapkannya nanti Peraturan Wali Kota tentang RDTR yang terintegrasi dengan OSS, potensi pembangunan dapat dimaksimalkan, investasi semakin meningkat dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Banjarbaru. Kami berharap rencana ini mendapat dukungam dari pemerintah pusat,” tandasnya.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog

[10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: Pasar murah di Halaman Kantor Bupati Banjar (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id) [10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar Sediakan Beras Lokal dan Ikan Bersubsidi di Pasar Murah Kantor Bupati Banjar NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyediakan beras lokal dan ikan bersubsidi pada kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (11/03/2026) hingga Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penutupan pasar murah Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar selama dua hari untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, M. Hamdani mengatakan, pihaknya menyiapkan dua komoditas utama dalam kegiatan tersebut, yakni beras lokal serta ikan air tawar. “Untuk hari ini kami menjual beras lokal jenis unus. Per kantong dijual seharga Rp40 ribu dengan isi 4 liter. Harga tersebut sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah sebesar Rp20 ribu per kantong,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan pihaknya menyiapkan sekitar 200 kantong beras atau setara 400 liter. Jumlah yang sama juga akan kembali disediakan pada hari kedua kegiatan pasar murah. Selain beras, DKPP juga membawa ikan air tawar yang terdiri dari ikan nila dan ikan patin. Kedua jenis ikan tersebut dijual dengan harga lebih murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah. “Untuk ikan nila dan patin ini kita berikan subsidi sekitar Rp10 ribu per kilogram dibandingkan harga pasar,” jelas Hamdani. Pada hari pertama pasar murah, DKPP menyiapkan sekitar 100 kilogram ikan nila dan patin. Stok yang sama juga akan disediakan kembali pada hari berikutnya. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah tersebut cukup tinggi karena harga komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. “Antusias masyarakat cukup tinggi. Ada juga yang belum kebagian hari ini dan kemungkinan akan membeli besok karena stok hari ini sudah terbatas,” katanya. Untuk pemerataan, pembelian komoditas dibatasi satu paket untuk setiap orang. Selain itu masyarakat juga diwajibkan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar saat melakukan pembelian. “Setiap orang hanya bisa membeli satu paket dengan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar agar bantuan ini tepat sasaran,” pungkasnya.(nw) [10.58, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar sediakan Ikan bersubsidi di Pasar Murah. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)