Puluhan Kendaraan ODOL Terjaring Razia di Trikora, Banyak KIR Tak Sesuai Prosedur

by
23 Oktober 2024
Sangat sering ditemukan KIR yang berasal dari Pulau Sumatera padahal pemilik armada beralamat di Banjarbaru (foto.doc/newsway.id)

NEWSWAY.ID, BANJARBARU – Sebanyak 30 kendaraan pengangkut barang yang masuk kategori Over Dimension and Over Load (ODOL) terjaring razia gabungan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarbaru.

Razia tersebut digelar di Jalan Trikora, tepat di depan Masjid Agung Banjarbaru, pada Selasa (22/10/2024) pagi.

Tim Penguji KIR, Sumarno, mengungkapkan bahwa sebagian besar kendaraan yang terjaring dalam razia ini memiliki KIR yang sudah kadaluwarsa atau berasal dari luar daerah. Beberapa bahkan terdaftar dari Sumatera Utara.

“Kebanyakan kendaraan yang kami periksa KIR-nya sudah mati, atau over dimension, melebihi kapasitas yang diizinkan,” ujar Sumarno.

~ Advertisements ~

Sumarno juga menambahkan bahwa banyak pemilik kendaraan dari luar daerah yang memilih untuk melakukan uji KIR secara tidak resmi atau “menembak,” dengan alasan kesulitan melakukan uji KIR di daerah asal mereka.

Kasi Dal Ops Dishub Banjarbaru, Haris, membenarkan bahwa kendaraan dari luar daerah, terutama dari Pulau Sumatera, sering kali terkena tilang karena KIR yang tidak sesuai. Ironisnya, banyak pemilik kendaraan tersebut berdomisili di Banjarbaru.

~ Advertisements ~

“Rasanya tidak masuk akal jika armadanya ada di Banjarbaru tapi uji KIR dilakukan di Sumatera atau daerah lain. Kami sering menemukan kasus seperti ini dalam razia,” kata Haris.

Haris menegaskan bahwa proses uji KIR saat ini sudah lebih mudah dan bahkan bisa dilakukan tanpa biaya.

Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi pemilik kendaraan untuk mengurus KIR di luar daerah. Dishub juga memberikan edukasi kepada pengusaha armada agar mematuhi prosedur yang berlaku.

“Jika kendaraan dinilai tidak layak, ya memang tidak layak. Jangan coba-coba bermain dengan petugas. Penguji KIR punya tanggung jawab besar, dan mereka tidak akan meloloskan kendaraan yang tidak memenuhi standar,” jelasnya.

Haris juga mengingatkan bahwa penguji KIR bisa dikenai sanksi berat jika meloloskan kendaraan yang tidak sesuai, apalagi jika terjadi kecelakaan di kemudian hari.

“Jika ada kecelakaan, yang pertama kali diperiksa adalah pengujinya. Sertifikasi penguji bisa dicabut atau dibekukan sementara jika terbukti lalai,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog

[10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: Pasar murah di Halaman Kantor Bupati Banjar (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id) [10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar Sediakan Beras Lokal dan Ikan Bersubsidi di Pasar Murah Kantor Bupati Banjar NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyediakan beras lokal dan ikan bersubsidi pada kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (11/03/2026) hingga Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penutupan pasar murah Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar selama dua hari untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, M. Hamdani mengatakan, pihaknya menyiapkan dua komoditas utama dalam kegiatan tersebut, yakni beras lokal serta ikan air tawar. “Untuk hari ini kami menjual beras lokal jenis unus. Per kantong dijual seharga Rp40 ribu dengan isi 4 liter. Harga tersebut sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah sebesar Rp20 ribu per kantong,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan pihaknya menyiapkan sekitar 200 kantong beras atau setara 400 liter. Jumlah yang sama juga akan kembali disediakan pada hari kedua kegiatan pasar murah. Selain beras, DKPP juga membawa ikan air tawar yang terdiri dari ikan nila dan ikan patin. Kedua jenis ikan tersebut dijual dengan harga lebih murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah. “Untuk ikan nila dan patin ini kita berikan subsidi sekitar Rp10 ribu per kilogram dibandingkan harga pasar,” jelas Hamdani. Pada hari pertama pasar murah, DKPP menyiapkan sekitar 100 kilogram ikan nila dan patin. Stok yang sama juga akan disediakan kembali pada hari berikutnya. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah tersebut cukup tinggi karena harga komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. “Antusias masyarakat cukup tinggi. Ada juga yang belum kebagian hari ini dan kemungkinan akan membeli besok karena stok hari ini sudah terbatas,” katanya. Untuk pemerataan, pembelian komoditas dibatasi satu paket untuk setiap orang. Selain itu masyarakat juga diwajibkan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar saat melakukan pembelian. “Setiap orang hanya bisa membeli satu paket dengan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar agar bantuan ini tepat sasaran,” pungkasnya.(nw) [10.58, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar sediakan Ikan bersubsidi di Pasar Murah. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)