Respon Masyarakat Pada Kick Off Peta Jalan Mbaroh Aero Kalcer 2026, Positif

by
6 Januari 2026
Flayer hasil survey masyarakat terkait acara, Kick Off Peta Jalan Mbaroh Aero Kalcer 2026. (Foto : tim/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Kegiatan Kick Off Peta Jalan Mbaroh Aero Kalcer 2026 yang digelar di Kampung Budaya Mbaroh, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Landasan Ulin, resmi diluncurkan Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby, Sabtu (03/01/2026) lalu.

Peluncirannitu tidak hanya menjadi seremoni peluncuran agenda kebudayaan kota, tetapi juga berhasil memantik keterlibatan aktif warga, namun tercermin dari hasil survei sementara yang dilakukan panitia kepada warga Mbaroh pascakegiatan.

Survei yang dilakukan melalui Google Form sebagai bagian dari evaluasi internal panitia tersebut menunjukkan tingkat partisipasi warga yang cukup signifikan. Sebanyak 56,25 persen responden menyatakan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir. Angka ini mencerminkan daya tarik kegiatan sekaligus ketertarikan warga untuk terlibat langsung dalam proses perumusan arah bersama kampung budaya mereka.

Dari sisi penilaian umum, seluruh responden memberikan penilaian positif terhadap pelaksanaan Kick Off Peta Jalan Mbaroh Aero Kalcer 2026. Sebanyak 68,75 persen responden menilai kegiatan tersebut sangat baik, sementara sisanya menilai baik. Tidak ada responden yang memberikan penilaian netral maupun negatif.

~ Advertisements ~

Tingginya penilaian positif juga tercermin dari pemahaman warga terhadap tujuan kegiatan. Sebanyak 93,75 persen responden menyatakan memahami maksud dan substansi Peta Jalan Mbaroh Aero Kalcer 2026. Bahkan, 87,5 persen responden menilai tujuan kegiatan disampaikan dengan sangat jelas, baik melalui paparan, dialog, maupun diskusi bersama warga.

Dalam survei tersebut, responden juga diminta menyebutkan bagian kegiatan yang paling berkesan. Hasilnya menunjukkan bahwa kekuatan utama Kick Off ini terletak pada pendekatan kultural dan dialogis. Hiburan budaya, seperti pertunjukan campursari, dinilai berhasil menciptakan suasana akrab dan inklusif.

Rembug warga dan dialog terbuka menjadi ruang penting bagi warga untuk menyampaikan pandangan, aspirasi, serta harapan mereka terhadap masa depan Kampung Mbaroh.

Interaksi langsung antarwarga, komunitas seni, kelompok tani, dan fasilitator kegiatan memperlihatkan bahwa budaya tidak diposisikan sebagai tontonan semata, melainkan sebagai ruang sosial yang hidup.

Kombinasi antara seni, dialog, dan kebersamaan inilah yang dinilai responden membuat kegiatan terasa membumi dan relevan dengan kehidupan sehari-hari Warga
Survei juga mengungkap tingkat rasa memiliki warga yang sangat kuat terhadap program ini. Sebanyak 97,75 persen responden menyatakan bahwa Peta Jalan Mbaroh Aero Kalcer merupakan program milik bersama. Lebih jauh, 81,25 persen warga merasa dilibatkan secara aktif dalam proses kegiatan, bukan sekadar menjadi penonton. Hal ini menegaskan bahwa pendekatan partisipatif menjadi salah satu kunci keberhasilan kegiatan.

Mayoritas responden juga menyatakan keinginan untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan lanjutan yang berbasis kampung dan kebudayaan. Temuan ini menunjukkan bahwa Kick Off Peta Jalan Mbaroh Aero Kalcer 2026 berhasil berfungsi sebagai pemantik Gerakan Bersama, bukan hanya sebagai agenda satu hari.

Berdasarkan penilaian responden secara keseluruhan, tingkat keberhasilan kegiatan dinilai sangat tinggi, yakni sebesar 81,25 persen. Angka ini memperkuat kesimpulan panitia bahwa Kick Off Peta Jalan Mbaroh Aero Kalcer 2026 telah mencapai tujuan utamanya, yakni membangun kesadaran kolektif, rasa kepemilikan, dan komitmen bersama warga terhadap pengembangan kampung budaya.

Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, dalam kesempatan peluncuran menegaskan bahwa inisiasi Mbaroh Aero Kalcer 2026 merupakan bagian dari upaya strategis Pemerintah Kota Banjarbaru untuk memperkenalkan potensi seni dan budaya daerah ke tingkat nasional hingga mancanegara.

Kegiatan ini digagas oleh warga bersama Banjarbaru Emas Creative Center (BECC), Komite Ekonomi Kreatif Kota Banjarbaru, Yayasan Simpul Borneo Kreatif yang diluncurkan secara resmi oleh wali kota pada Sabtu (03/01/2026).

“Promosi seni dan budaya penting bagi daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas Banjarbaru agar semakin dikenal luas, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga hingga internasional,” ujar Lisa.

Menurut Lisa, Banjarbaru memiliki kekayaan budaya dan potensi kreativitas yang besar, yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan kampung dan warga. Oleh karena itu, pengembangan budaya harus dilakukan secara berkelanjutan dan kolaboratif, dengan melibatkan warga sebagai subjek utama, bukan sekadar objek pembangunan.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan lahan pertanian yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

“Pembangunan harus berjalan seiring dengan perlindungan terhadap ruang hidup warga, termasuk lahan pertanian, agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman dan alih fungsi lahan,” katanya.

Pemilihan kampung budaya sebagai titik awal penyusunan peta jalan dilandasi keyakinan bahwa budaya tumbuh dari ruang keseharian warga. Kampung dipandang bukan hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ruang produksi seni, tradisi, pengetahuan lokal, serta aktivitas ekonomi kreatif yang berkembang secara alami dari generasi ke generasi.

Kampung Mbaroh dipilih karena memiliki posisi strategis, baik secara geografis maupun kultural. Terletak di kawasan penyangga bandara dan pengembangan Aerocity Banjarbaru, Mbaroh menjadi titik temu antara mobilitas kawasan perkotaan dan kekuatan budaya lokal.

Di kampung ini, aktivitas seni, kelompok tani, komunitas warga, serta semangat gotong royong masih terjaga dan hidup dalam keseharian masyarakat.

Peta Jalan Mbaroh Aero Kalcer 2026 disusun sebagai arah bersama untuk memperkuat peran Kampung Budaya Mbaroh dalam ekosistem ekonomi kreatif Kota Banjarbaru. Selain menyelaraskan potensi budaya lokal dengan pengembangan kawasan Aerocity, peta jalan ini juga bertujuan mendorong kolaborasi lintas pihak dan menjadi bagian dari langkah strategis Banjarbaru menuju Kota Kreatif Nasional 2027 serta Kota Kreatif Dunia pada 2029.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog