“Rubrik Bencana”, Puja Mandela Suguhkan Balada Satir dan Seruan untuk Kalimantan Selatan

by
13 Desember 2025

NEWSWAY.CO.ID, BATULICIN –  Puja Mandela, musisi dan jurnalis asal Batulicin merilis ulang single “Rubrik Bencana”. Lagu ini sebelumnya pernah hadir di album kompilasi Hikayat Tanah Koesan (2022), tetapi distribusi album tersebut sangat terbatas dan tidak tersedia di platform digital.

“Rubrik Bencana” sebuah lagu balada folk bernuansa satir sekaligus getir yang menyinggung isu ekologis, sosial, dan politik di Kalimantan Selatan. Dirilis di kondisi negeri saat yang baru saja mengalami bencana, di Aceh dan Sumatera, lagu ini terasa tepat sekali menyuarakan tentang menjaga hutan dan alam.

Dari rilis yang dikirimkan ke newsway.co.id, disebutkan bahwa versi terbaru “Rubrik Bencana” direkam di Beehive Home Studio Batulicin milik Prima Yuda Prawira, yang juga bertindak sebagai produser.

“Puja Mandela memainkan sendiri gitar akustik dan harmonika. Proses rekamannya berlangsung sangat cepat, sekira satu jam, karena ia ingin membuat rekaman mentah tanpa banyak polesan studio. Vokal Bang Puja bahkan tidak diedit sama sekali,” terang Yuda.

Secara musikal, “Rubrik Bencana” menghadirkan gaya folk naratif yang sederhana, tapi menggigit. Petikan gitar akustiknya yang dibiarkan mentah berpadu dengan harmonika yang menyayat, bergaya balada protes era 70-an.

Liriknya bergerak seperti catatan harian; mengalir, observasional, sekaligus penuh satire, ketika Puja Mandela menyinggung banjir, hutan yang rusak, hingga para figur budaya yang pernah bersinggungan dengan perjalanan kreatifnya.

Pendekatan ini membuat “Rubrik Bencana” terasa dekat, jujur, dan relevan. Seolah pendengar diajak duduk di beranda sambil mendengarkan seorang storyteller memotret keadaan Kalimantan Selatan dengan humor pahit tapi jujur.

Artwork single ini dikerjakan oleh Richy Petroza (Vokalis Primitive Monkey Noose), yang menggambarkan tiga versi Puja Mandela: dua terbelenggu tirani dan satu tampil bebas dengan gitar. “Lagu ini Puja Mandela banget,” komentar Richy yang juga Dosen Komunikasi Fisipol itu.

Dalam liriknya, pria kelahiran Banjarmasin, 13 April 1989 itu menyebut beberapa figur penting yang dekat dengan perjalanan kreatifnya: budayawan Bambang Sucipto, akademisi Sainul Hermawan, doktor musik Sumasno Hadi, novelis Sandi Firly, dan Richy Petroza. Ia juga memberi penghormatan pada almarhum YS. Agus Suseno, sastrawan yang dikenal lewat seruan “Save Meratus”.

Melalui “Rubrik Bencana”, pria yang sudah menjadi jurnalis selama 15 tahun itu ingin publik tidak lupa pada peristiwa banjir besar Kalimantan Selatan tahun 2021 yang berdampak pada lebih dari 600 ribu jiwa.

Ia menegaskan bencana tersebut merupakan “buah” dari kerakusan manusia. “Saya berharap bencana banjir seperti tahun 2021 tak terjadi lagi. Dan yang penting dari situ kita bisa belajar dan berpikir, kenapa bencana sebesar itu bisa terjadi,” tambahnya.

“Rubrik Bencana” menjadi single ketiga yang dirilis Puja Mandela pada tahun 2025 setelah “Lagu untuk Nada” dan “Cerita yang Lalu”. Lagu ini sudah bisa didengarkan di Spotify, YouTube Music, iTunes, dan berbagai platform musik lainnya mulai 8 Desember 2025.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog

[10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: Pasar murah di Halaman Kantor Bupati Banjar (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id) [10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar Sediakan Beras Lokal dan Ikan Bersubsidi di Pasar Murah Kantor Bupati Banjar NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyediakan beras lokal dan ikan bersubsidi pada kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (11/03/2026) hingga Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penutupan pasar murah Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar selama dua hari untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, M. Hamdani mengatakan, pihaknya menyiapkan dua komoditas utama dalam kegiatan tersebut, yakni beras lokal serta ikan air tawar. “Untuk hari ini kami menjual beras lokal jenis unus. Per kantong dijual seharga Rp40 ribu dengan isi 4 liter. Harga tersebut sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah sebesar Rp20 ribu per kantong,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan pihaknya menyiapkan sekitar 200 kantong beras atau setara 400 liter. Jumlah yang sama juga akan kembali disediakan pada hari kedua kegiatan pasar murah. Selain beras, DKPP juga membawa ikan air tawar yang terdiri dari ikan nila dan ikan patin. Kedua jenis ikan tersebut dijual dengan harga lebih murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah. “Untuk ikan nila dan patin ini kita berikan subsidi sekitar Rp10 ribu per kilogram dibandingkan harga pasar,” jelas Hamdani. Pada hari pertama pasar murah, DKPP menyiapkan sekitar 100 kilogram ikan nila dan patin. Stok yang sama juga akan disediakan kembali pada hari berikutnya. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah tersebut cukup tinggi karena harga komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. “Antusias masyarakat cukup tinggi. Ada juga yang belum kebagian hari ini dan kemungkinan akan membeli besok karena stok hari ini sudah terbatas,” katanya. Untuk pemerataan, pembelian komoditas dibatasi satu paket untuk setiap orang. Selain itu masyarakat juga diwajibkan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar saat melakukan pembelian. “Setiap orang hanya bisa membeli satu paket dengan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar agar bantuan ini tepat sasaran,” pungkasnya.(nw) [10.58, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar sediakan Ikan bersubsidi di Pasar Murah. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)