Sebuah Catatan Perjalanan Mengunjungi Glamping Batu Laba, Tempat Menyepi yang Eksotis

by
24 Mei 2024
konsep berkemah dialam terbuka dengan pemandangan waduk riam kanan menambah kesejukan suasana berlibur (foto.suroto/newsway.id)

Selepas waktu ashar, saya bersama keluarga bergegas memasukkan barang ke mobil, sebab rekan-rekan sudah menunggu di sebuah kantor.

Kami memang hari itu, Jumat (17/5/2024) sudah merencanakan akan melaksanakan Camping Foya-foya dengan rekan-rekan media yang bernaung di Komunitas Baret 78.

Setelah semua rekan saya jemput, kami menuju Glamping Batu Laba di kawasan Desa Tiwingan Baru, Kabupaten Banjar.

Kami beriringan dua mobil menuju ke sana, karena di kawasan tersebut tidak ada penjual bahan pokok, kami beberapa kali harus singgah di warung membeli beberapa bahan yang di sana tidak ada.

~ Advertisements ~

Setelah semua terbeli, kami melanjutkan perjalanan dari Bundaran Simpang Empat Banjarbaru menuju arah Riam Kanan, Kabupaten Banjar, akses jalan yang cukup baik membuat perjalanan kami tidak begitu terhambat.

Namun, karena jalan menuju ke sana juga akses utama bagi truk pengangkut batu gunung maka harus sedikit hati-hati.

Setelah sekitar 30 menit berjalan dari simpang empat Banjarbaru, kami sampai di persimpangan menuju bendungan Riam Kanan dan jalan baru yang akan menembus Kabupaten Batulicin, untuk menuju ke Batu Laba maka kami membelokan arah mobil ke arah Batulicin.

Dari persimpangan itu, sekitar 10 menit akan sampai di jalan masuk ke Glamping Batu Laba, sayangnya akses jalan belum beraspal dan masih berbatu.

Kami hahrus ekstra agar mobil tetap melaju dengan stabil, sekitar 3 kilo dari jalan utama maka kami disambut oleh warga sekitar yang akan menjual karcis masuk.

Tidak mahal, karcis yang dikelola warga lokal namun resmi dari pemerintah itu harganya Rp 10 ribu per orang, setelah selesai membeli karcis, kami melanjutkan perjalanan sekitar 500 meter menuju tempat parkir yang dikelola warga setempat.

Tenyata kami belum sampai ke lokasi, kami masih harus naik perahu kelotok yang sudah disewa sebelumnya.

Namun kalau tidak menyewa maka akan dikenai biaya Rp 50 ribu per orang untuk mengantarkan sampai ke kawasan wisata Batu Laba.

Semua barang bawaan, berupa bekal makan dan tas pakaian serta barang-barang keluar dari mobil , kami menuju dermaga berjalan kaki sekitar 20 meter.

Setelah semua masuk kapal, mesin kapal menyala dan kami siap berangkat dengan menaiki perahu kelotok, menuju ke sana kami disuguhkan dengan hamparan air bendungan Riam kanan dan beberapa tampak pondok kolam terapung milik warga serta pulau-pulau kecil.

Hanya perlu waktu 15 menit kami sampai di tempat tujuan, pemandangan indah membuat saya dan rombongan ingin berlama-lama menyusuri bendungan yang cukup luas.

Waktu sudah mulai senja ketika kami sampai, rekan yang berangkat lebih awal ternyata sudah menikmati tenda-tenda yang disediakan pemilik kawasan itu, bahkan beberapa rekan sudah memancing di bibir danau.

aktifitas bakar ikan dimalam hari yang menambah suasana nyaman di tempat glamping batu laba (foto.suroto/newsway.id)

Lampu kelap-kelip dan 10 tenda berjajar yang disusun sedemikian rupa membuat suasana cukup eksotis, saya cukup tertegun ketika turun dari perahu kelotok yang kami sewa dengan seharga Rp 550 ribu untuk perjalanan pulang pergi.

Akhirnya saya dan keluarga beserta rekan sudah sampai di Batu Laba, angin sepoi yang cukup deras menyelimuti kami dari senja hingga sepanjang malam.

Namun dengan suasana yang cukup eksotis dan sepi membuat saya dan rombongan begitu menikmati, hingga malam kami memasak lauk dengan cara dibakar dan digoreng.

glamour camping batu laba menawarkan lokasi dengan view dan fasilitas yang nyaman (foto.suroto/newsway.id)

Suasana remang lampu,angin yang sepoi serta keheningan yang eksotis membuat kami cukup damai, pemandangan malam juga cukup indah ketika sesekali perahu lewat membawa para pemancing.

Batu Laba, tempat wisata eksotis untuk para pencinta keheningan dan penikmat malam yang sepi.

Ada 10 tenda yang muat tiga orang, ada kompor kecil, kursi kecil dan meja sebagai fasilitas, hanya perlu merogoh kocek Rp 350 ribu untuk menginap atau 24 jam.

Aktifitas memancing menjadi salah satu pilihan hiburan selama berlibur di wisata batu laba (foto.suroto/newsway.id)

Bagi anda yang ingin menikmati kawasan Glamping Batu Laba, sampai saat ini belum ada transportasi darat sampai kesana, jadi harus menggunakan trasportasi sendiri baik roda empat maupun roda dua.

Anda penasaran, datang ke Glamping Batu Laba dan nikmati sensasinya.

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog

[10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: Pasar murah di Halaman Kantor Bupati Banjar (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id) [10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar Sediakan Beras Lokal dan Ikan Bersubsidi di Pasar Murah Kantor Bupati Banjar NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyediakan beras lokal dan ikan bersubsidi pada kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (11/03/2026) hingga Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penutupan pasar murah Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar selama dua hari untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, M. Hamdani mengatakan, pihaknya menyiapkan dua komoditas utama dalam kegiatan tersebut, yakni beras lokal serta ikan air tawar. “Untuk hari ini kami menjual beras lokal jenis unus. Per kantong dijual seharga Rp40 ribu dengan isi 4 liter. Harga tersebut sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah sebesar Rp20 ribu per kantong,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan pihaknya menyiapkan sekitar 200 kantong beras atau setara 400 liter. Jumlah yang sama juga akan kembali disediakan pada hari kedua kegiatan pasar murah. Selain beras, DKPP juga membawa ikan air tawar yang terdiri dari ikan nila dan ikan patin. Kedua jenis ikan tersebut dijual dengan harga lebih murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah. “Untuk ikan nila dan patin ini kita berikan subsidi sekitar Rp10 ribu per kilogram dibandingkan harga pasar,” jelas Hamdani. Pada hari pertama pasar murah, DKPP menyiapkan sekitar 100 kilogram ikan nila dan patin. Stok yang sama juga akan disediakan kembali pada hari berikutnya. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah tersebut cukup tinggi karena harga komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. “Antusias masyarakat cukup tinggi. Ada juga yang belum kebagian hari ini dan kemungkinan akan membeli besok karena stok hari ini sudah terbatas,” katanya. Untuk pemerataan, pembelian komoditas dibatasi satu paket untuk setiap orang. Selain itu masyarakat juga diwajibkan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar saat melakukan pembelian. “Setiap orang hanya bisa membeli satu paket dengan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar agar bantuan ini tepat sasaran,” pungkasnya.(nw) [10.58, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar sediakan Ikan bersubsidi di Pasar Murah. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)