NEWSWAY.CO.ID, KOTABARU – Bertepatan dengan momentum HUT ke-80 TNI Angkatan Darat, Kodim 1004/Kotabaru menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan ekonomi desa dengan terlibat aktif dalam program Koperasi Merah Putih. Tiga desa di Kotabaru terpilih menjadi lokasi peluncuran perdana program berskala nasional ini.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif nasional yang digagas oleh Kementerian Koperasi dan UKM bersama Kementerian Desa, dengan target pembentukan 80.000 koperasi desa di seluruh Indonesia.
Komandan Kodim 1004/Kotabaru Letkol Inf Cecep Cahyadi menyampaikan, pada tahap pertama ini, 36 desa di Kotabaru telah terverifikasi oleh Kementerian Koperasi sebagai calon lokasi pembangunan koperasi. Namun, untuk tahap ground breaking perdana, tiga desa dipilih sebagai titik peluncuran serentak, yaini, Desa Sebelimbingan, Kelurahan Gunung Ulin, Desa Sungai Durian.
“Kami bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepada TNI, khususnya Kodim 1004 Kotabaru, untuk mendampingi dan mengawasi pelaksanaan pembangunan Koperasi Merah Putih. Ini merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP), seperti halnya TMMD dan karya bakti. Kami pastikan pembangunan ini menjadi aset desa yang bermanfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Letkol Inf Cecep Cahyadi dalam wawancaranya, Jum’at (17/10/25).
Kodim 1004 akan menugaskan Satgas khusus untuk melakukan pengawasan terhadap pembangunan koperasi. Satgas ini akan bekerja sama dengan PT Agrinas sebagai mitra teknis, serta menerima pendanaan dari Kementerian Koperasi. Para anggota Satgas akan mendapatkan sosialisasi dan pelatihan agar pelaksanaan program berjalan tepat sasaran dan sesuai dengan standar nasional.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Drs. Minggu Basuki, turut menegaskan pentingnya mengikuti tahapan nasional agar Kabupaten Kotabaru tidak tertinggal dalam program strategis ini.
“Kami berharap seluruh tahapan yang diatur oleh kementerian bisa kita ikuti dengan baik. Koperasi ini harus menjadi alat untuk meningkatkan perekonomian desa, dan pengelolaannya harus diawasi agar tidak terjadi penyalahgunaan dana,” jelas Minggu Basuki.
Ia juga menekankan pentingnya sinkronisasi antara pengurus koperasi, pengawas desa, dan potensi lokal. Potensi seperti peternakan, pertanian, dan pendidikan rakyat akan menjadi fokus pengembangan agar koperasi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Minggu Basuki menambahkan, dukungan dari unsur Forkopimda sangat dibutuhkan, terutama dalam hal pemasaran produk desa.
“Sering kali produk kita sudah siap, tapi tantangannya ada di pemasaran. Di sinilah pentingnya kolaborasi lintas sektor agar produk desa bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” tutupnya.
Program Koperasi Merah Putih di Kotabaru bukan hanya simbol pembangunan, tetapi juga wujud nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan. (nw)
Reporter : Rizal
