SMP Terbuka Sungai Pinang Raih Terbaik 3 Nasional Video Inspiratif Penanganan ATS

3 Desember 2025
SMP Terbuka Sungai Pinang, Kabupaten Banjar meraih Terbaik 3 Nasional pada Lomba Video Inspiratif Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI (Foto : RSB/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, JAKARTA — SMP Terbuka Sungai Pinang, Kabupaten Banjar meraih Terbaik 3 Nasional pada Lomba Video Inspiratif Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Penghargaan tersebut diterima Kepala SMP Terbuka Sungai Pinang, Aswan, pada acara penganugerahan di Jakarta, Senin (1/12/2025).

Aswan mengaku bangga atas capaian ini. Ia menjelaskan, video yang dibuat bukan hanya menampilkan proses belajar, tetapi juga menggambarkan perjuangan siswa di daerah dengan akses yang sulit.

“Pesannya sederhana, anak-anak di Sungai Pinang tetap memiliki semangat belajar dan cita-cita, meski tinggal di wilayah yang medannya berat. Kami ingin masyarakat tahu, SMP Terbuka Sungai Pinang siap membantu siapa pun yang ingin bersekolah,” jelasnya.

Proses produksi video berlangsung sekitar dua minggu. Tantangan terbesar, kata Aswan, adalah medan menuju Tempat Kegiatan Belajar (TKB) yang kerap licin dan sulit dilalui saat hujan sehingga beberapa kali proses perekaman harus ditunda.

Aswan mengungkap, program Penanganan ATS di sekolahnya telah menunjukkan hasil signifikan. Jumlah anak tidak sekolah terus menurun berkat berbagai strategi seperti kemudahan administrasi, penyediaan pakaian, penyesuaian waktu belajar, hingga pendekatan jemput bola.

“Kita yang datang ke tempat mereka. Banyak anak membantu orang tua di pagi hari, jadi jadwal belajar disesuaikan dengan kondisi mereka,” ungkapnya.

Aswan menegaskan, tantangan nasional dalam menekan angka ATS masih berkisar pada rendahnya kesadaran pendidikan, kondisi geografis, serta ekonomi keluarga. Meski demikian, ia berpesan agar sekolah-sekolah lain tidak menyerah dalam memberikan layanan pendidikan.

Ia menyebutkan, dukungan guru, orang tua, pemerintah desa, Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, hingga Pemerintah Daerah menjadi faktor penting keberhasilan program.

“Jangan bosan, jangan berhenti dan jangan lelah memberikan layanan terbaik. Kita ini pelayan pendidikan, wajib menjangkau yang tidak terjangkau,” tegasnya.

Aswan berharap, penghargaan ini menjadi motivasi bagi pihak sekolah untuk terus menghadirkan akses pendidikan yang inklusif.

“Harapan saya anak-anak tetap bersekolah apa pun kondisinya. SMP Terbuka Sungai Pinang akan terus ada untuk melayani mereka,” tutupnya. (nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog