NEWSWAY.CO.ID, KOTABARU – Kepala Lapas Kotabaru Doni Hardiansyah, Lembaga Pemasyarakatan Lapas Kelas IIA Kotabaru mencatatkan transformasi besar sepanjang tahun 2025. Dua pencapaian paling mencolok adalah akselerasi program ketahanan pangan nasional serta keberhasilan meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
Dalam sesi wawancara akhir tahun, Kalapas Kotabaru Doni Hardiansyah mengungkapkan, tahun 2025 menjadi momentum akselerasi yang luar biasa, khususnya dalam mendukung program Astacita yang dicanangkan pemerintah pusat.
Salah satu lompatan terbesar Lapas Kotabaru yakni pemanfaatan lahan untuk ketahanan pangan. Lahan-lahan yang sebelumnya tidak produktif kini telah disulap menjadi area pertanian yang menghasilkan.
“Kami memanfaatkan lahan di samping Lapas seluas kurang lebih 500 meter, bahkan kami diizinkan warga sekitar untuk menggarap lahan milik mereka. Hasilnya luar biasa, kami menanam kacang panjang, terong, hingga kangkung,” ungkap Doni.
Tak hanya lahan terbuka, area sempit di dalam Lapas pun dimaksimalkan. “Di dalam, tidak boleh ada lahan menganggur, sekalipun hanya satu meter. Selain itu, fasilitas hidroponik kami tambah dari 2 rak menjadi 5 rak untuk komoditas pakcoy dan selada,” tambahnya.
Program ini tidak hanya menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tetapi juga memberikan upah (premi) serta keahlian bagi warga binaan.
Di sektor kemandirian, Lapas Kotabaru berhasil memposisikan diri sebagai produsen unggulan di Kalimantan Selatan. Kerajinan Sasirangan karya warga binaan kini menjadi produk ikonik. Selain itu, produk kuliner seperti Amplang dan Keripik Pisang kini telah memiliki brand sendiri, lengkap dengan sertifikat Halal dan merek terdaftar.
Kabar paling membanggakan di tahun 2025, keberhasilan Lapas Kotabaru meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Capaian ini sangat eksklusif mengingat di Kalimantan Selatan hanya dua satuan kerja yang berhasil meraihnya, dan hanya sekitar 30-an Lapas/Rutan di seluruh Indonesia yang mendapatkan predikat serupa tahun ini.
“Ini bukan hasil instan, melainkan buah dari perjuangan, integritas, dan dedikasi seluruh petugas Lapas Kotabaru sepanjang tahun. Saya hanya sebagai role model, keberhasilan ini adalah milik seluruh tim,” tegas Doni.
Dalam aspek pembinaan mental, Lapas Kotabaru telah menyelesaikan program rehabilitasi sosial bagi 250 warga binaan. Program ini didukung penuh oleh sinergi kuat dengan Pemerintah Daerah serta pihak swasta seperti PT Arutmin dan PT Gultri.
“Dukungan Pemda hampir di setiap dinas, seperti Dinas Pertanian untuk kemandirian. Begitu juga pihak swasta yang rutin memberikan dukungan dalam pembinaan kepribadian warga binaan,” jelasnya.
Doni Hardiansyah menyampaikan pesan menyentuh bagi warga binaan agar memanfaatkan waktu di dalam Lapas untuk menyadari kesalahan dan membekali diri dengan keterampilan.
“Harapan saya, mereka bisa mengikutinya dengan baik sehingga saat bebas nanti, mereka punya keahlian untuk bertahan hidup, tidak mengulangi tindak pidana, dan bisa bermanfaat bagi keluarga serta bangsa,” pungkasnya. (nw)
Reporter : Rizal
