Terobosan Disnaker Kotabaru, Kolaborasi Perusahaan Dan BLK Kembangkan SDM Lokal

by
1 Desember 2025
Kepala Disnaker Kotabaru, Saperiani ( Foto Rizal/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, KOTABARU – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kotabaru mencatat kinerja yang sukses tahun ini, dengan proyeksi penyerapan anggaran mencapai 90 persen. Keberhasilan ini terutama ditopang oleh terobosan dalam upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi Tenaga Kerja Asing (TKA).

Kepala Disnaker Kotabaru Saperiani mengungkapkan, dinas yang dipimpinnya kini fokus pada penggalian retribusi TKA. Program ini diharapkan dapat menjadi sumber PAD yang signifikan di tengah menurunnya dana transfer dari pemerintah pusat.

“Alhamdulillah, dua perusahaan besar sudah berkomitmen bahwa mereka akan mendaftarkan TKA untuk tahun berikutnya di Kotabaru. Jadi, retribusinya kita yang tarik,” ungkap Saperiani (01/12/2025).

Saperiani menjelaskan, jika pendaftaran TKA dilakukan di luar daerah seperti Jakarta, maka retribusi akan ditarik oleh daerah tempat pendaftaran. Dengan adanya komitmen ini, Disnaker Kotabaru memperkirakan dapat mencapai penarikan retribusi hingga Rp 10 miliar lebih.

“Ini merupakan rekor bagi Disnakertrans, dan daerah kita akan bisa menarik retribusi sekian banyak dari tenaga kerja asing. Ini potensi yang ada, tinggal kita yang menggali dan meneguhkan,” jelasnya.

Selain peningkatan PAD, Disnaker Kotabaru juga meluncurkan terobosan untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal, yaitu melalui kolaborasi intensif dengan perusahaan-perusahaan di wilayah Kotabaru.

“Saya mengajak perusahaan untuk sama-sama melakukan pelatihan terhadap masyarakat di ring satu mereka. Kami punya BLK (Balai Latihan Kerja), kami punya instruktur, tapi dananya dari perusahaan,” ujarnya.

Kolaborasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan keahlian masyarakat setempat, misalnya di bidang menganyam atau menjahit, yang kemudian dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan operasional perusahaan. Dengan demikian, diharapkan ekonomi lokal dapat berputar dan meningkatkan kemampuan wirausaha masyarakat.

Menanggapi tantangan operasional, Saperiani melihat bahwa tantangan terbesar bukan pada faktor eksternal, melainkan pada pengelolaan internal.

“Tantangan itu sebenarnya lebih banyak kepada diri kita sendiri, sanggup enggak kita mengelola potensi SDM kita yang ada. Tugas kita adalah mengoptimalkan mereka,” katanya.

Sebagai penutup, Saperiani menyampaikan pesan penting kepada generasi muda Kotabaru. Ia berharap kaum muda dapat mengembangkan diri seoptimal mungkin dan tidak terpaku hanya pada pekerjaan di sektor pemerintahan atau perusahaan lokal.

“Coba kembangkan pemikiran, kita bekerja sesekali pemikiran bahwa, oh kita sanggup ke luar negeri. Kita jangan berpikir cuma dalam negeri,” harapnya.

Untuk itu, ia mendorong anak-anak muda Kotabaru agar memiliki skill tinggi dan menguasai bahasa asing, sebagai modal utama untuk bersaing di kancah global. (nw)

Reporter : Rizal

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog