Teror Maling Hantui Sejumlah Kecamatan di Banyumas, Warga Aktifkan Ronda Malam

18 Februari 2026
TEROR MALING DI BANYUMAS !! Beberapa kecamatan di hantui teror maling setiap malam, Ada apa sebenarnya? (Foto : Suho/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, JAWA TENGAH – Gelombang keresahan melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Banyumas sepanjang Februari 2026. Dalam waktu berdekatan, aksi pencurian dan perampokan terjadi di beberapa titik dengan pola yang hampir serupa: pelaku beraksi pada malam hari, sebagian membawa senjata tajam, dan menyasar rumah warga hingga toko modern.

Peristiwa pertama terjadi di Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, pada 9 Februari 2026. Empat pelaku bersenjata tajam berupa kapak, pisau, dan linggis diduga menyatroni rumah warga saat penghuni terlelap. Korban disekap, sementara uang tunai dan perhiasan dibawa kabur. Aksi cepat tersebut meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga korban dan warga sekitar.

Belum reda kegelisahan, perampokan kembali terjadi di Desa Karangsari, Kecamatan Kebasen, pada 15–16 Februari 2026. Seorang nenek berusia 66 tahun menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh dua orang pelaku. Uang tunai lebih dari Rp7 juta serta sejumlah perhiasan emas dilaporkan raib. Peristiwa ini memicu empati sekaligus kemarahan warga karena menyasar kelompok rentan.

Sehari berselang, 17 Februari 2026, sebuah gerai Indomaret di wilayah Kebokura, Kecamatan Sumpiuh, dijebol maling. Pelaku diduga masuk dengan merusak bagian atap dan melumpuhkan CCTV. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Modus yang dinilai rapi tersebut memunculkan dugaan adanya perencanaan matang.

~ Advertisements ~

Di Kecamatan Somagede, aparat dari Polresta Banyumas berhasil mengungkap kasus pencurian toko dengan mengamankan empat tersangka. Kerugian dilaporkan mencapai Rp60 juta, meliputi uang tunai, tabung gas, hingga beras. Pengungkapan ini menjadi secercah harapan di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat.

Beberapa hari terakhir, warga di Kecamatan Jatilawang dan Kecamatan Wangon juga dihebohkan kabar orang tak dikenal yang disebut-sebut diturunkan dari mobil pada malam hari dengan membawa senjata tajam. Informasi tersebut beredar cepat dari mulut ke mulut hingga media sosial, diperkuat dengan poster bertuliskan “Teror Maling di Banyumas” yang ramai dibagikan.

Sebagai respons, warga di berbagai wilayah kembali mengaktifkan ronda malam dan memperketat pengawasan lingkungan. Pos kamling yang sempat lengang kini kembali hidup. Senter dan kentongan berbunyi di sejumlah perkampungan, menandai bangkitnya solidaritas warga dalam menjaga keamanan bersama.

Rangkaian kejadian ini menjadi pengingat bahwa keamanan lingkungan membutuhkan kolaborasi antara aparat dan masyarakat. Di tengah derasnya arus informasi, warga juga diimbau tetap tenang serta tidak mudah terprovokasi kabar yang belum terverifikasi.

Hingga kini, aparat masih mendalami kemungkinan keterkaitan antarperistiwa. Masyarakat pun berharap langkah pengamanan yang dilakukan dapat segera mengembalikan rasa aman di Kabupaten Banyumas. (nw)

Reporter : Suho

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog