NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) di salah satu hotel Kota Banjarbaru pada Rabu (8/04/2026).
Ada tiga Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang menggelar kegiatan di tempat tersebut yaitu, DPC Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Tanah Laut. Ratusan kader PKB dari masing-masing DPC ikut hadir dalam Muscab tersebut.

Ketua Umum DPP PKB, H Muhaimin Iskandar yang diwakili Ketua DPP PKB Bidang Pendidikan Pesantren Syaiful Huda, memberikan pengarahan kepada jajaran pengurus PKB secara tegas mengatakan bahwa Kalimantan Selatan adalah basis perjuangan partai dan perjuangan keagamaan.
“Perjuangan politik harus satu nafas dengan nafas keagamaan dan kenegaraan, dan itu dilakukan oleh PKB. Perjuangan itu harus kita jaga, PKB akan menjadi partai masa depan, sudah waktunya kita basuh politik pragmatis, tidak semua diukur dari materi, itu semua harus disudahi, PKB dilahirkan untuk melambungkan politik idealisme, politik kepedulian kepada umat,” terangnya.

Syaiful juga menegaskan bahwa politik pragmatisme adalah lawan dari Partai PKB, ia mengatakan orang berpolitik bukan hanya soal perut, tetapi urusan akidah dan agama.
“Masyarakat Kalsel saya yakin bahwa politik tidak melulu uang, tetapi politik adalah kekuatan akidah dan keagamaan untuk itu PKB harus hadir. Saya berharap Muscab sebagai ruang untuk konsolidasi terkait kedaulatan partai, harus mandiri dalam mengurus partai, kalau tidak mandiri agenda tidak bisa dilaksanakan,” ujarnya.


Ia juga menekankan soal disiplin, pasalnya menurut dia partai bukan individu tetapi organisasi, jadi menurutnya tidak ada jagoan dalam partai politik, untuk itu kedisiplinan wajib dilaksankan.
“Dalam berpartai kedisiplinan atau satu garis komando adalah kewajiban, selain itu pembaharuan dalam memajukan partai adalah wajib, hal-hal yang tidak mungkin harus menjadi mungkin, pembaharuan adalah hal penting untuk membesarkan partai ke depan. PKB harus menjadi partai yang menjadi harapan anak anak muda, harus ada pembaharuan dalam pengelolaan partai,” tegasnya.

Ketua DPW PKB Kalsel yang juga menjabat Wakil Ketua DPR RI, Dr Cuncun Achmad Syamsurijal, dalam sambutannya menceritakan di dalam posisi gelombang PKB saat akan pemilu tahun 2024 PKB Kalsel kehilangan nahkoda dan dalam kondisi sulit.
“Kita semua ingat saat itu kehilangan nahkoda tetapi karena PKB adalah partai yang lahir dari para Kyai, alhamdulillah masih bisa mengamankan bahkan meningkatkan perolehan kursi,” ucapnya.

Cuncun juga berpesan secara tegas kepada seluruh anggota dewan agar selalu dan secarea konsisten manyapa konstituen. “Semua anggota dewan menyapa konstituen dan menegur konstituen, bukan saat mau pemilu, tetapi setiap saat,” ucapnya.
Sementara itu Ketua pelaksanaan Muscab, M Zaini yang juga Ketua DPC PkB Kabupaten Banjar mengatakan Muscab adalah musyawarah tertinggi di tingkat kabupaten, untuk merumuskan dan menetapkan pengurus baru.

“Hari ini adalah rembug bersama untuk merekomendasikan nama-nama calon pengurus baru. Namun keputusan siapa yang nantinya akan menjadi Ketua, Sekretaris dan Bendahara ditangan DPP, “ ujarnya.
Selain itu beliau juga menyampaikan momen Muscab juga untuk menyusun program kerja untuk menjadi partai pemenang kedepannya.

“Menyusun strategi agar PKB ke depan bisa menang baik didaerah maupun secara nasional. Termasuk sudah saatnya menggandeng para generasi muda, PKB harus segera menjadi partai terbuka,” tuntasnya.(nw)
