NEWSWAY.CO.ID, KOTABARU – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pangeran Jaya Sumitra (PJS) Kotabaru terus melakukan evaluasi menyeluruh guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Bumi Saijaan. Direktur RSUD PJS, drg. Andriyan Wijaya, menegaskan komitmennya untuk memperbaiki sistem pelayanan dari hulu ke hilir, mulai dari koordinasi pasien berisiko tinggi hingga kesiapsiagaan darurat di masa libur akhir tahun.
Salah satu fokus utama RSUD PJS adalah penguatan koordinasi dengan Puskesmas, terutama dalam memantau kesehatan ibu dan anak melalui buku kesehatan (buku merah muda). Koordinasi intens dilakukan antara tim PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif), unit UGD, hingga dokter spesialis.
“Kami terus bersinergi dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan penanganan pasien risiko tinggi (Resti) berjalan sesuai SOP. Meski di lapangan masih ditemukan kekurangan, ini menjadi bahan evaluasi prioritas kami untuk tahun mendatang,” ujar drg. Andriyan.
Menanggapi keluhan masyarakat terkait kecepatan layanan di UGD dan Poli, drg. Andriyan menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya memaksimalkan keterbatasan ruang yang ada. Motto “Senyum, Sapa, Santun” tetap menjadi standar etika kerja bagi seluruh pegawai.
Untuk menindaklanjuti keluhan secara konkret, RSUD PJS akan mengambil langkah strategis pada tahun 2026:
- Penambahan Tenaga Humas: Untuk mempercepat respons terhadap kendala di lapangan.
- Optimalisasi Aplikasi “Lapor”: Menghidupkan kembali kanal pengaduan digital agar masukan masyarakat bisa segera diprioritaskan.
- Evaluasi Unit Farmasi: Mengurai penumpukan antrean obat melalui penambahan unit atau SDM di bagian depan.
“Harapan besar kami adalah relokasi rumah sakit yang ditargetkan pada 2027-2028 oleh Bapak Bupati dapat segera terealisasi. Dengan infrastruktur baru, kenyamanan pasien dan tenaga medis pasti akan jauh lebih baik,” tambahnya.
Menghadapi momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, RSUD PJS telah menyiagakan tim medis dan Public Safety Center (PSC) di berbagai titik strategis. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kecelakaan di jalur transportasi dan pusat keramaian.
Tim medis telah ditempatkan di:
- Pintu Masuk/Penyeberangan: Pelabuhan Stagen dan Batang.
- Objek Wisata: Pantai Gedambaan, Siring Laut, Teluk Tamiang, Teluk Aru, hingga Goa Lowo.
- Wilayah Perbatasan: Sengayam (perbatasan Kaltim).
“Kami bekerja sama dengan TNI, Polri, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP. Harapan kami tidak ada insiden (zero accident), namun tim medis kami sudah siap siaga di lokasi-lokasi wisata untuk memberikan pertolongan cepat jika dibutuhkan,” tegasnya.
Sebagai penutup, drg. Andriyan mengajak masyarakat untuk terus memberikan kepercayaan dan masukan konstruktif bagi RSUD PJS. “Dukungan masyarakat sangat penting bagi kami. Dengan sinergi yang baik, kami optimis pelayanan kesehatan di Kotabaru akan semakin profesional dan berorientasi pada keselamatan pasien,” pungkasnya.(nw)
Reporter : Reporter
