Verifikasi Kerusakan Sekolah Pascabanjir, 117 Bangunan di Kabupaten Banjar Masuk Pendataan Disdik

24 Januari 2026
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Disdik Kabupaten Banjar, Mahriansyah (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar tengah melakukan proses verifikasi terhadap bangunan sekolah yang terdampak banjir. Berdasarkan laporan data daring dari satuan pendidikan, tercatat sebanyak 117 sekolah mengalami dampak dan saat ini masih dalam tahap desk atau verifikasi oleh tim teknis.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Disdik Kabupaten Banjar, Mahriansyah menyampaikan, verifikasi dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan bangunan, apakah masuk kategori ringan, sedang, atau berat.

“Dari data online yang kami tarik, terdapat sekitar 117 sekolah yang melaporkan terdampak banjir. Saat ini masih dalam proses verifikasi untuk melihat kondisi kerusakan di lapangan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (23/01/2026).

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar dalam rapat koordinasi tanggap darurat awal Januari 2025 mencatat sebanyak 210 sekolah terdampak banjir. Dampak tersebut bervariasi, mulai dari genangan air di halaman sekolah hingga masuk ke ruang kelas, dengan 41 sekolah dilaporkan mengalami dampak cukup parah.

Mahriansyah menjelaskan, hingga saat ini mayoritas kerusakan yang teridentifikasi masih tergolong ringan. Belum ditemukan kerusakan berat, mengingat sebagian besar bangunan sekolah di Kabupaten Banjar telah menggunakan struktur semi permanen yang relatif lebih tahan terhadap banjir.

“Untuk sementara, dominan kerusakan ringan. Kategori berat belum ditemukan karena struktur bangunan sekolah kita sudah semi permanen,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya memberikan perhatian khusus pada sekolah dengan bangunan berbahan kayu, serta laporan kerusakan struktur seperti lantai yang terangkat akibat terendam air.

“Ada beberapa bangunan yang masih berbahan kayu. Ini yang akan kita lihat lebih lanjut, apakah masuk kategori sedang atau berat,” katanya.

Selain bangunan, pendataan juga mencakup kerusakan sarana penunjang seperti meja dan kursi yang sudah tidak layak digunakan. Data tersebut akan dimasukkan dalam usulan pengadaan serta rencana perbaikan ke depan.

Disdik Kabupaten Banjar menargetkan proses pendataan detail kerusakan beserta estimasi kebutuhan anggaran dapat dirampungkan dalam waktu satu pekan. Untuk pembiayaan perbaikan, Disdik berencana mengusulkan anggaran melalui berbagai skema, baik dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan maupun melalui APBD Kabupaten Banjar, termasuk pada APBD Perubahan.

“Semua data akan kita himpun terlebih dahulu. Perbaikan nantinya dilakukan berdasarkan skala prioritas, terutama yang berkaitan dengan keselamatan siswa dan struktur bangunan yang berpotensi membahayakan,” tegasnya.

Mahriansyah memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) pascabanjir di Kabupaten Banjar saat ini telah kembali berjalan normal.

“Pada saat banjir sempat diberlakukan pembelajaran jarak jauh. Namun sekarang sekolah sudah kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka setelah kondisi memungkinkan,” pungkasnya.(nw)

Tinggalkan Balasan