NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Wali Kota Banjarbatu, Hj Erna Lisa Halaby memberikan dukungan penuh kepada RT 33 RW 07, Kelurahan Syamsudin Noor yang telah melakukan pengelolaan sampah dengan penuh inovasi.
Dukungan itu disampaikan Wali Kota melalui Video Call kepada RT setempat, Yoni Setiawan pada, Sabtu (28/03/2026) sore.

“Alhamdulillah, kami atas nama pemerintah mendukung penih dengan inovasi pengelolaan sampah di kawasan RT 33 yang sudah sangat baik. Semoga kedepan bisa dipalikasikan di semua wilayah di Kota Banjarbaru, agar pengelolaan sampah bisa maksimal dan mengurangi pembuangan ke TPS,” ujar wali kota melalui sambungan whatsapp.
Wali Kota juga berpesan agar apa yang dilakukan di kawan RT 33 tersebut bisa terus dikembangkan dan hasil dari pengelolaan sampah bisa bermanfaat bagi orang lain atau warga sekitar.

“Dari pengelolaan yang sudah tertata saya berharap ada nilai ekonomis yang kemudian bisa bermanfaat bagi waga sekitar,” jelasnya lagi.
Sementara itu, Ketua RT 33 RW 07, Yoni Setiawan, mengungkapkan bahwa masyarakat di wilayahnya kini tengah berkomitmen kuat untuk mengelola sampah dengan cara yang lebih ramah lingkungan dan bermanfaat bagi sesama.


Salah satu program unggulan yang dicanangkan adalah Markisa (Mari Kita Sedekah Sampah), yang telah memberikan dampak positif sejak diluncurkan pada Juli 2025.

Program tersebut menurutnya bertujuan untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS), sekaligus memberdayakan warga dengan cara yang sosial.

Yoni menjelaskan bahwa program ini dimulai dengan mengumpulkan sampah non-organik, seperti plastik dan kertas, yang masih bisa dimanfaatkan. Sampah tersebut kemudian dijual, dan hasilnya digunakan untuk membantu warga kurang mampu, seperti memberikan bantuan beras.
“Program ini dimulai dengan bantuan dari Lurah sebelumnya dan Ketua RW 07. Sampah yang berhasil dikumpulkan dari rumah tangga warga, yang diperkirakan mencapai hampir satu ton hingga saat ini, dapat menghasilkan uang yang kemudian digunakan untuk kepedulian sosial. Kami membagikan beras kepada sekitar 30 keluarga yang membutuhkan. Warga sangat antusias, bahkan mereka secara rutin meletakkan sampah di depan rumah masing-masing setiap pagi untuk kami jemput dengan armada tossa yang didapatkan dari bantuan pemerintah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa inovasi lain yang dikembangkan adalah penggunaan sumur kompos untuk sampah organik. Dengan kedalaman 1 meter, sumur ini memungkinkan sampah organik, seperti sisa makanan, dapat dihancurkan dan diolah menjadi kompos yang ramah lingkungan.
“Kami ingin meminimalisir sampah organik yang dibuang ke TPS. Dengan adanya sumur kompos, sampah organik bisa langsung terolah di rumah masing-masing,” katanya lagi.

Di sisi lain, Lurah Syamsudin Noor yang juga hadir di lokasi pemilahan sampah, Fitria Khairani menyatakan bahwa pihaknya akan terus mensosialisasikan Markisa baik secara langsung maupun melalui media sosial.
“Kami berharap program ini tidak hanya terbatas di RT 33 RW 07, tetapi juga bisa diadopsi oleh seluruh kota Banjarbaru. Selama 8 bulan pelaksanaan, sudah banyak sampah yang berhasil dikurangi. Jika ini bisa diterapkan secara luas, masalah sampah di kota ini dapat terselesaikan secara signifikan,” katanya.

Inovasi pengelolaan sampah di RT 33 RW 07 mendapat apresiasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru yangbyerjun langsung ke lokasi.
Dr. Hafid, Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH, menilai bahwa program ini merupakan langkah positif dalam mengurangi sampah organik yang menjadi penyumbang terbesar di TPS.
“Sampah organik mencakup 50 peraen dari total sampah yang dihasilkan. Jika lebih banyak masyarakat yang melaksanakan program ini, kita bisa mengurangi setengahnya. Ini adalah cikal bakal pengelolaan sampah dari sumbernya,” ungkap Dr. Hafid.
Selain di Syamsudin Noor juga ada enam kawasan lain yang melaksanakan inovasi serupa yaitu di wilayah Cempaka, Mentaos, Guntung Paikat, dan Loktabat Utara.
“Kami akan memantau hasil dari program-program ini dan menyesuaikan kebijakan untuk memperluas pengelolaan sampah yang lebih efektif dan efisien,” pungkasnya.(nw)
