NEWSWAY.CO.ID, BALANGAN – Kunjungan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka ke Desa Juuh, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, Kamis (8/1/2026), menjadi momen berkesan bagi warga korban banjir bandang. Kehadiran Gibran disambut antusias warga dengan memadati lokasi kunjungan.
Warga berupaya mendekat untuk melihat langsung wajah Wapres Gibran. Suasana haru begitu terasa saat wapres menyempatkan diri bersalaman dan berbincang singkat dengan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, warga menyampaikan terima kasih sekaligus harapan agar pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap kondisi desa mereka pascabencana.
Salah satu warga Desa Juuh, Fahrul, mengaku senang atas kunjungan wapres di tengah musibah yang mereka alami. Menurutnya, kehadiran wapres menjadi penguat moral bagi warga yang masih berupaya bangkit pascabanjir.
“Warga senang sekali. Di tengah musibah, wakil presiden menyempatkan hadir. Semoga nantinya bisa kembali ke sini lagi,” ujarnya.
Fahrul menambahkan, musibah banjir yang terjadi membuka perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi Desa Juuh.
“Mungkin kalau tidak ada banjir, wakil presiden tidak ke sini. Harapannya kampung kami semakin diperhatikan, supaya ke depan tidak lagi kebanjiran,” tambahnya.
Selama berada di Desa Juuh, Wapres Gibran meninjau SD N 1 Juuh serta mengunjungi salah satu rumah warga terdampak banjir yang berada di bantaran sungai. Kunjungan tersebut berlangsung sekitar 45 menit sebelum rombongan melanjutkan agenda berikutnya ke Kabupaten Banjar.
Sementara itu, Bupati Balangan Abdul Hadi menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat terhadap musibah banjir bandang di Kabupaten Balangan. Ia menilai kehadiran wapres menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah pusat terhadap daerah terdampak bencana.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat. Banjir Balangan menjadi atensi Pak Wapres, sehingga beliau langsung turun ke sini,” ujarnya.
Pada kesempatan ini, Wapres Gibran berpesan agar pemerintah daerah segera melakukan koordinasi dengan tim Wakil Presiden, khususnya terkait bantuan pada masa transisi pemulihan pascabanjir. Langkah awal yang akan dilakukan, yakni perbaikan rumah warga terdampak yang berada di bantaran sungai, kemudian dilanjutkan dengan program relokasi sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko banjir.
“Kalau rumah tetap dibiarkan di bantaran sungai, risikonya jauh lebih tinggi saat air pasang. Karena itu, setelah perbaikan akan dilakukan relokasi,” jelas Abdul Hadi.
Hingga saat ini, pemerintah daerah bersama TNI dan Polri terus melakukan berbagai upaya penanganan pascabencana, mulai dari pembersihan lumpur, rehabilitasi fasilitas umum, hingga pemulihan permukiman warga. Tindakan ini dilakukan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. (nw)
Reporter : Nasrulah
