Warga Desa Baharu Utara Sepakat Kelola Sampah Mandiri Lewat Musdes

by
21 Oktober 2025
Warga Desa Baharu Utara Sepakat Kelola Sampah Mandiri Lewat Musdes ( Foto Rizal/newsway.co.id )

NEWSWAY.CO.ID, KOTABARU – Pemerintah Desa Baharu Utara, Kecamatan Pulau Laut Sigam, Kabupaten Kotabaru, resmi meluncurkan program pengelolaan sampah mandiri melalui Musyawarah Desa (Musdes) yang digelar pada Senin (20/10/25). Agenda ini menghasilkan keputusan strategis berupa pembentukan tim pengangkut sampah dan penerapan sistem iuran warga sebagai bentuk gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Musdes yang dihadiri oleh Kepala Desa Zam Zanie, Ketua BPD beserta anggota, Ketua Dusun, serta seluruh Ketua RT, menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pengelolaan sampah rumah tangga.

“Iuran ini bukan pungutan wajib, melainkan bentuk partisipasi warga untuk mendukung operasional pengangkutan sampah dari depan rumah masing-masing,” ujar Zam Zanie dalam wawancaranya.

Sebagai simbol semangat dan identitas tim lapangan, pemerintah desa juga menyerahkan seragam khusus kepada petugas kebersihan yang mengusung slogan unik yang melambangkan ‘Kapten Amerika’. “Mereka adalah garda terdepan yang berjuang demi kemaslahatan lingkungan desa,” tambahnya.

Dalam waktu dekat, seluruh RT akan menerima spanduk sosialisasi berisi hasil keputusan Musdes lengkap dengan foto para tokoh desa, sebagai bentuk transparansi dan edukasi publik.
Sistem pengangkutan sampah akan dilakukan dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–09.00 dan sore pukul 18.00–21.00, dengan pembagian tim sesuai 12 RT yang ada di Baharu Utara.

Untuk wilayah gang sempit yang tidak dapat dijangkau kendaraan besar, akan digunakan kendaraan roda tiga (tosa) sebagai solusi pengangkutan ke titik kumpul. Pemerintah desa juga menjalin kerja sama dengan pihak perumahan, termasuk tokoh masyarakat Pak Haji Samsudin, untuk mendirikan bank sampah sebagai pusat daur ulang dan pengolahan limbah.

Sampah organik akan diolah menjadi pupuk, sementara sampah non-organik seperti kardus dan plastik akan dipilah untuk mendukung operasional tim. Dana hasil pengelolaan tidak digunakan untuk kepentingan desa atau lembaga, melainkan sepenuhnya dialokasikan bagi kebutuhan petugas seperti sarung tangan, sepatu bot, masker, dan perlengkapan kerja lainnya.

Kepala Desa Zam Zanie menutup kegiatan dengan pesan motivasi kepada seluruh petugas: “Laksanakan tugas dengan disiplin dan tanggung jawab. Semoga program ini membawa berkah, manfaat besar bagi masyarakat, dan mendapat ridho dari Allah SWT,” ucapnya.

Program ini diharapkan menjadi model inspiratif bagi desa-desa lain di Kabupaten Kotabaru dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang partisipatif, berkelanjutan, dan berbasis kemandirian warga.(nw)

Reporter : Rizal

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog