20 Hari Mengungsi, Baru 6 Kali Dapat Bantuan Makanan, Keluhan Pengungsi Banjir di Bekas Puskesmas Pesayangan

14 Januari 2026
Kondisi pengungsi di bekas Puskesmas Pesayangan Martapura. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Warga terdampak banjir yang mengungsi di bekas bangunan Puskesmas Desa Pesayangan, Kabupaten Banjar, mengeluhkan keterbatasan bantuan selama berada di lokasi pengungsian. Keluhan tersebut terutama berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan makan yang dinilai belum merata, Rabu (14/01/2026).

Salah satu pengungsi, Ibu Ifit menyampaikan, selama lebih dari 20 hari menempati lokasi pengungsian, bantuan makanan yang diterima jumlahnya sangat terbatas. Ia menyebut bantuan makan baru diterima sekitar 6 dalam kurun waktu tersebut.

“Sudah lebih dari 20 hari kami di sini, tapi bantuan makan hanya sekitar enam kali, itu pun cuma nasi bungkus,” ujarnya.

Ia mengatakan, bantuan makanan yang datang terkadang tidak dalam kondisi baik. Selain itu, waktu penyalurannya juga tidak menentu, bahkan sering kali datang larut malam.

“Pernah datangnya sekitar jam 11 malam, ada juga hari-hari yang sama sekali tidak ada bantuan makan,” katanya.

Saat ini, sekitar 100 orang masih bertahan di lokasi pengungsian tersebut. Para pengungsi berharap bantuan dapat disalurkan secara lebih rutin dan merata, khususnya bantuan sembako yang dinilai lebih bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kalau bisa bantuan berupa sembako, apalagi untuk anak-anak seperti popok dan makanan anak,” harap Ifit.

Selain persoalan bantuan, kondisi bangunan bekas puskesmas yang dijadikan tempat pengungsian juga dinilai kurang layak. Beberapa bagian bangunan terlihat mulai mengalami retakan, bahkan ada bagian yang tampak miring seperti mau roboh, sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi para pengungsi.

Meski demikian, dari sisi kesehatan, Ibu Ifit menyebut kondisi para pengungsi relatif stabil. Keluhan yang muncul hanya berupa penyakit ringan dan belum ditemukan kasus gangguan kesehatan yang serius.

“Penyakitnya biasa saja, tidak ada yang parah,” pungkasnya.(nw)

Tinggalkan Balasan