Gegara Avanza, Dua Truk Muatan Bahan Kimia Tabrakan, Sopir Truk Dilarikan ke RS Idaman

by
26 Mei 2024
Kondisi bagian muka truk yang mengalami insiden tabrakan. (Foto : suroto/newsway.id)

NEWSWAY.ID, BANJARBARU – Peristiwa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua truk angkutan di Jalan Mistar Cokrokusumo, tepat di depan Jalan Puyau, Kelurahan Sungai Besar, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru, terjadu pada Minggu (26/5/2024) sekira pukul 20.00 wita.

Salah seorang saksi mata yang melihat kejadian tersebut Ade (27 tahun) menceritakan, peristiwa tersebut terjadi sekira ba’da sholat Isya, di mana dua buah truk yang beriringan menuju Tugu Simpang Empat Kota Banjarbaru, salah satunya menghantam truk di depannya karena nelakukan pengereman mendadak.

Ade mengatakan pengereman dadakan itu terjadi akibat di depan ada satu buah mobil Avanza warna hitam keluar dari Indomaret menyebrang jalan secara tiba-tiba.

“Ada mobil mau keluar, trus yang di depan rem mendadak, yang belakang enggak sempat merem,” terang Ade.

Karena terdengar bunyi hantaman keras antar truk, mobil Avanza hitam yang diduga menjadi penyebab laka langsung kabur menuju arah Cempaka.

“Sempat terkena mobil Avanza, setelah itu mundur, namun langsung kabur,” ceritanya.

Ade menambahkan, sopir langsung dilarikan ke Rumah Sakit Daerah Idaman untuk dilakukan penanganan darurat, sebab bagian kakinya terjepit hingga mengalami luka-luka.

Dari pantauan di lapangan ternyata kecelakaan yang melibatkan dua buah truk itu ditengarai membawa sejumlah pupuk Ammonium nitrate dari perusahaan PT Kaltim Nitrate Indonesia.

~ Advertisements ~

Dugaan sementara berat pupuk yang di bawa kurang lebih ada belasan ton, dikemas dalam 12 karung yang masing-masing beratnya tertulis 1200 kg NET atau sama dengan 1,2 ton.

Diketahui, Amonium nitrat (N2H4O3) merupakan zat yang tersusun dari reaksi kimia antara zat amonia dan asam nitrat.

~ Advertisements ~

Amonium nitrat umumnya digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk dan obat-obatan tertentu.

Amonium nitrate merupakan zat kimia yang berbentuk seperti butiran pasir, tidak berbau, dan berwarna putih atau keabu-abuan, selain digunakan sebagai bahan untuk pembuatan pupuk, amonium nitrat juga kerap digunakan sebagai campuran bahan peledak dalam industri pertambangan dan konstruksi.

Muatan dalam truk yang merupakan bahan kimia, dipindahkan ke truk lain. (Foto : Suroto/newsway.id)

Kanit Gakkum Satlantas Polres Banjarbaru Ipda Junaidi ketika diwawancara sejumlah awak media membenarkan, telah terjadi kecelakaan dua buah truk di jalan Mistar Cokrokusumo RT 6 RW 2 Kelurahan Sungai Besar depan Indomaret, sekitar pukul 19.45 wita malam.

“Kejadian ini melibatkan dua truk roda 6 fuso warna orange nopol DA8147BZ dengan roda 6 fuso warna orange nopol BE8639LU,” jelas Ipda Junaidi di TKP.

Ia juga menjelaskan kedua buah truk tersebut katanya beriringan satu arah dari Cempaka menuju Martapura. Kemudian Truk roda 6 fuso warna orange nopol BE8639LU berhenti mendadak lantaran ada sebuah mobil yang menyabrang jalan.

“Sontak truk roda 6 fuso warna orange nopol DA8147BZ melakukan pengereman, namun karena muatan berat, truk tersebut menabrak bagian belakang Truk roda 6 fuso warna orange nopol BE8639LU,” tambahnya.

Akibat dari kecelakan tersebut Ipda Junaidi menjelaskan sopir truk roda 6 fuso warna orange nopol DA8147BZ mengalami luka-luka.

“Sopirnya sudah dibawa oleh ambulan ke Rumah Sakit Idaman. Saat ini sopir menderita luka dikaki, kami belum tahu patah atau hanya  luka ringan aja dikaki,” jelasnya.

Junaidi juga menyampaikan bahwa barang bukti yang terlibat kecelakaan diamankan dua-duanya di Polres Banjarbaru.


Lantas saat ditanya lokasi arah tujuan kedua truk tersebut, Ipda Junaidi mengaku belum mengetahuinya.

“Lokasi tujuannya kita belum monitor, belum mendalami,” jelasnya lagi.

Terkait barang angkutan yang dibawa masing-masing truk, Junaidi juga belum mengetahui lebih dalam, apakah isinya pupuk atau bahan peledak pihaknya masih mendalami.

“Sementara bahan peledak atau pupuk nanti kita dalami lagi. Kalau muatannya dibawa ke tujuan, karena yang terlibat kecelakaan tidak melibatkan muatan, tapi unit truknya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog

[10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: Pasar murah di Halaman Kantor Bupati Banjar (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id) [10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar Sediakan Beras Lokal dan Ikan Bersubsidi di Pasar Murah Kantor Bupati Banjar NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyediakan beras lokal dan ikan bersubsidi pada kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (11/03/2026) hingga Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penutupan pasar murah Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar selama dua hari untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, M. Hamdani mengatakan, pihaknya menyiapkan dua komoditas utama dalam kegiatan tersebut, yakni beras lokal serta ikan air tawar. “Untuk hari ini kami menjual beras lokal jenis unus. Per kantong dijual seharga Rp40 ribu dengan isi 4 liter. Harga tersebut sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah sebesar Rp20 ribu per kantong,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan pihaknya menyiapkan sekitar 200 kantong beras atau setara 400 liter. Jumlah yang sama juga akan kembali disediakan pada hari kedua kegiatan pasar murah. Selain beras, DKPP juga membawa ikan air tawar yang terdiri dari ikan nila dan ikan patin. Kedua jenis ikan tersebut dijual dengan harga lebih murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah. “Untuk ikan nila dan patin ini kita berikan subsidi sekitar Rp10 ribu per kilogram dibandingkan harga pasar,” jelas Hamdani. Pada hari pertama pasar murah, DKPP menyiapkan sekitar 100 kilogram ikan nila dan patin. Stok yang sama juga akan disediakan kembali pada hari berikutnya. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah tersebut cukup tinggi karena harga komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. “Antusias masyarakat cukup tinggi. Ada juga yang belum kebagian hari ini dan kemungkinan akan membeli besok karena stok hari ini sudah terbatas,” katanya. Untuk pemerataan, pembelian komoditas dibatasi satu paket untuk setiap orang. Selain itu masyarakat juga diwajibkan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar saat melakukan pembelian. “Setiap orang hanya bisa membeli satu paket dengan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar agar bantuan ini tepat sasaran,” pungkasnya.(nw) [10.58, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar sediakan Ikan bersubsidi di Pasar Murah. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)