Jembatan Sapta Marga Diperbaiki, Arus Lalu Lintas Menuju Bandara Dialihkan ke Jalan Bina Putra

by
2 Juni 2024
Alat Berat menurunkan material untuk perbaikan Jembatan Sapta Marga, akses lalulintaa ditutup (Foto.suroto/newsway.id)

NEWSWAY.ID, BANJARBARU – Penutupan Jembatan Sapta Marga di Jalan Lingkar Utara resmi diberlakukan sejak Sabtu (1/6/2024).

Penutupan ini dilakukan karena Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) akan melaksanakan pembangunan pada jembatan tersebut.

Perbaikan ini dilakukan karena pondasi Jembatan Sapta Marga menyebabkan penyempitan jalan yang berakibat pada perlambatan aliran air dan banjir di sekitarnya.

Rencana pembangunan ini disambut baik oleh Pemerintah Kota Banjarbaru karena dianggap menjadi salah satu solusi penanganan banjir.

~ Advertisements ~

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Banjarbaru, Muhammad Denny Pramudji, menyampaikan bahwa berdasarkan kajian teknis tentang penanganan banjir di Kota Banjarbaru, pondasi jembatan tersebut menjadi salah satu titik penyempitan aliran sungai.

“Penyempitan ini menyebabkan aliran air di Sungai Karet dan Sungai Kemuning melambat, terutama saat musim hujan, yang kemudian menyebabkan banjir di kawasan pemukiman warga,” ungkap Denny.

~ Advertisements ~

Karena jembatan tersebut berada di bawah kewenangan provinsi, pihaknya mengajukan penanganan kepada Pemerintah Provinsi Kalsel.

“Untuk menghilangkan penyempitan aliran, jembatan ini memang perlu dibangun ulang,” jelas Denny.

Setelah koordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi Kalsel, diputuskan bahwa jembatan tersebut akan dibongkar secara menyeluruh dan diganti dengan yang lebih tinggi serta memiliki gorong-gorong yang lebih lebar.

“Jembatan itu berjenis box, jadi perlu dibongkar dulu supaya bagian gorong-gorongnya bisa lebih dalam dan lebar. Hal ini untuk menghilangkan bottleneck di jembatan,” tambahnya.

Denny berharap pembangunan jembatan ini bisa selesai tepat waktu dan sesuai perencanaan sehingga dapat mengurangi banjir di sekitar aliran Sungai Kemuning dan Sungai Karet.

“Jika jembatan ini selesai, air akan lebih cepat mengalir ke bagian hilir di Sungai Lu’uk, tidak lagi tertahan di daerah jembatan yang ada sekarang,” tutup Denny.

Sementara itu, Kabid LLAJ Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru, Adi Royan Pratama, menyatakan bahwa selama pembangunan jembatan, arus lalu lintas yang melewati jembatan tersebut akan ditutup.

“Arus lalu lintas pasti akan ditutup, jadi pengendara yang ingin menuju Bandara bisa melewati Jalan Bina Putra,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog

[10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: Pasar murah di Halaman Kantor Bupati Banjar (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id) [10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar Sediakan Beras Lokal dan Ikan Bersubsidi di Pasar Murah Kantor Bupati Banjar NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyediakan beras lokal dan ikan bersubsidi pada kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (11/03/2026) hingga Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penutupan pasar murah Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar selama dua hari untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, M. Hamdani mengatakan, pihaknya menyiapkan dua komoditas utama dalam kegiatan tersebut, yakni beras lokal serta ikan air tawar. “Untuk hari ini kami menjual beras lokal jenis unus. Per kantong dijual seharga Rp40 ribu dengan isi 4 liter. Harga tersebut sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah sebesar Rp20 ribu per kantong,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan pihaknya menyiapkan sekitar 200 kantong beras atau setara 400 liter. Jumlah yang sama juga akan kembali disediakan pada hari kedua kegiatan pasar murah. Selain beras, DKPP juga membawa ikan air tawar yang terdiri dari ikan nila dan ikan patin. Kedua jenis ikan tersebut dijual dengan harga lebih murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah. “Untuk ikan nila dan patin ini kita berikan subsidi sekitar Rp10 ribu per kilogram dibandingkan harga pasar,” jelas Hamdani. Pada hari pertama pasar murah, DKPP menyiapkan sekitar 100 kilogram ikan nila dan patin. Stok yang sama juga akan disediakan kembali pada hari berikutnya. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah tersebut cukup tinggi karena harga komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. “Antusias masyarakat cukup tinggi. Ada juga yang belum kebagian hari ini dan kemungkinan akan membeli besok karena stok hari ini sudah terbatas,” katanya. Untuk pemerataan, pembelian komoditas dibatasi satu paket untuk setiap orang. Selain itu masyarakat juga diwajibkan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar saat melakukan pembelian. “Setiap orang hanya bisa membeli satu paket dengan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar agar bantuan ini tepat sasaran,” pungkasnya.(nw) [10.58, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar sediakan Ikan bersubsidi di Pasar Murah. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)