Kasus Pencurian di Booze Café & Karaoke Terungkap, Pelaku Bawa Kabur Uang 40 Juta Berhasil Ditangkap

by
16 Juli 2024
saat ini pelaku telah diamankan dipolres banjarbaru beserta barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut (foto.humas.polres.banjarbaru/newsway.id)

NEWSWAY.ID, BANJARBARU – Kasus pencurian yang terjadi di Booze Café & Karaoke di Jalan Trikora, Kelurahan Sungai Besar, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru, pada Selasa (19/11/2023), akhirnya berhasil dipecahkan oleh Polres Banjarbaru.

Kronologi kejadian bermula saat pelapor yang sedang melakukan cek sound meletakkan tas miliknya berisi uang sebesar Rp 40.000.000 di atas meja kasir.

Saat itu, teman pelapor duduk di sofa samping meja kasir. Sekitar pukul 18.00 WITA, pelapor mendapati tas miliknya sudah hilang.

Setelah menanyakan kepada temannya yang mengaku tidak tahu karena sempat tertidur, pelapor kemudian memeriksa rekaman CCTV.

Dari rekaman tersebut, terlihat seorang pria masuk ke Booze Café & Karaoke dan mengambil tas berisi uang tersebut. Pelapor segera melaporkan kejadian ini ke Polres Banjarbaru.

Pada Jumat (12/7/2024), sekitar pukul 22.30 WITA, unit Resmob Polres Banjarbaru berhasil mengamankan terduga pelaku yang mengaku bernama NH di Komplek Griya Alam Lestari, Jalan Karang Anyar II, Kelurahan Loktabat Utara, Kecamatan Banjarbaru Utara tanpa perlawanan.

Saat diamankan, unit Resmob Polres Banjarbaru juga mengumpulkan barang bukti sebagai berikut:

  • 1 unit sepeda motor
  • 1 buah kulkas merk SHARP 2 pintu warna abu-abu tua
  • 1 buah TV LED 28 inch merek SHARP
  • 1 buah rak TV warna hitam
  • 3 buah kursi sofa beserta 1 meja sofa

Setelah diinterogasi, NH mengakui perbuatannya. NH mengaku melakukan pencurian dengan modus meminta sumbangan atas nama masjid.

Dia masuk ke Booze, memanggil karyawan, dan saat tidak ada sahutan, NH melihat situasi sekitar yang sepi lalu mengambil tas yang ada di meja kasir.

Setelah mengambil tas tersebut, NH langsung melarikan diri menuju Liangganggang melalui Trikora dengan sepeda motor.

NH berhenti di sebuah warung yang tidak terpakai untuk menghitung uang di dalam tas tersebut, yang berjumlah Rp 32.200.000.

NH mengatakan bahwa uang hasil curian tersebut digunakan untuk membeli barang-barang rumah tangga dan kebutuhan sehari-hari, serta memesan wanita.

Pelaku mengaku sudah 20 kali meminta sumbangan ke Booze dan sudah mengincar tas tersebut karena sering melihat karyawan mengambil uang dari tas yang selalu berada di meja kasir.

Saat ini, NH telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Polres Banjarbaru untuk kepentingan proses penyidikan. NH disangka melanggar pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 5 tahun.

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog

[10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: Pasar murah di Halaman Kantor Bupati Banjar (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id) [10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar Sediakan Beras Lokal dan Ikan Bersubsidi di Pasar Murah Kantor Bupati Banjar NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyediakan beras lokal dan ikan bersubsidi pada kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (11/03/2026) hingga Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penutupan pasar murah Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar selama dua hari untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, M. Hamdani mengatakan, pihaknya menyiapkan dua komoditas utama dalam kegiatan tersebut, yakni beras lokal serta ikan air tawar. “Untuk hari ini kami menjual beras lokal jenis unus. Per kantong dijual seharga Rp40 ribu dengan isi 4 liter. Harga tersebut sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah sebesar Rp20 ribu per kantong,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan pihaknya menyiapkan sekitar 200 kantong beras atau setara 400 liter. Jumlah yang sama juga akan kembali disediakan pada hari kedua kegiatan pasar murah. Selain beras, DKPP juga membawa ikan air tawar yang terdiri dari ikan nila dan ikan patin. Kedua jenis ikan tersebut dijual dengan harga lebih murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah. “Untuk ikan nila dan patin ini kita berikan subsidi sekitar Rp10 ribu per kilogram dibandingkan harga pasar,” jelas Hamdani. Pada hari pertama pasar murah, DKPP menyiapkan sekitar 100 kilogram ikan nila dan patin. Stok yang sama juga akan disediakan kembali pada hari berikutnya. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah tersebut cukup tinggi karena harga komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. “Antusias masyarakat cukup tinggi. Ada juga yang belum kebagian hari ini dan kemungkinan akan membeli besok karena stok hari ini sudah terbatas,” katanya. Untuk pemerataan, pembelian komoditas dibatasi satu paket untuk setiap orang. Selain itu masyarakat juga diwajibkan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar saat melakukan pembelian. “Setiap orang hanya bisa membeli satu paket dengan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar agar bantuan ini tepat sasaran,” pungkasnya.(nw) [10.58, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar sediakan Ikan bersubsidi di Pasar Murah. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)