Sempat Turun, Harga Telur Diprediksi Naik Jelang Nisfu Syaban

7 Februari 2025
Salhah, salah satu pedagang sembako di Pasar Hanyar Barabai

NEWSWAY.CO.ID, BARABAI – Harga telur di Pasar Hanyar Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), mengalami ketidakstabilan dalam beberapa hari terakhir.

Para pedagang memprediksi harga telur akan kembali naik menjelang Nisfu Syaban.

Salah satu pedagang di Pasar Hanyar Barabai, Salhah mengatakan, harga telur ayam semula berada di kisaran Rp 30.000 – Rp 31.000 per kilogram.

Namun, dalam dua hingga tiga hari terakhir, harga turun menjadi Rp 29.000 per kilogram.

~ Advertisements ~

Perubahan harga dimungkinkan juga terjadi untuk telur itik. Harga telur itik saat ini berada di angka Rp 2.500 per butir atau Rp 35.000 per kilogram.

“Harga sering berubah dalam satu minggu terakhir. Kemungkinan, harga telur akan naik sepekan ke depan menjelang Nisfu Syaban,” ujar Salhah kepada newsway.co.id, Jumat (7/2/2025).

~ Advertisements ~

Meski harga telur tidak stabil, para pembeli tidak mengeluh dan tetap membeli kebutuhan pokok tersebut. Salah satu pembeli, Hasbi mengatakan, perubahan harga telur tidak menjadi persoalan baginya.

“Tidak jadi masalah. Naik turunnya harga telur itu biasa di pasar, apalagi menjelang hari besar keagamaan seperti ini,” katanya.

Meski demikian, perubahan harga kebutuhan pokok tetap menjadi perhatian warga, terutama pedagang dan pembeli di pasar tradisional.

Mereka berharap harga tetap stabil agar tidak membebani ekonomi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog

[10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: Pasar murah di Halaman Kantor Bupati Banjar (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id) [10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar Sediakan Beras Lokal dan Ikan Bersubsidi di Pasar Murah Kantor Bupati Banjar NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyediakan beras lokal dan ikan bersubsidi pada kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (11/03/2026) hingga Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penutupan pasar murah Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar selama dua hari untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, M. Hamdani mengatakan, pihaknya menyiapkan dua komoditas utama dalam kegiatan tersebut, yakni beras lokal serta ikan air tawar. “Untuk hari ini kami menjual beras lokal jenis unus. Per kantong dijual seharga Rp40 ribu dengan isi 4 liter. Harga tersebut sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah sebesar Rp20 ribu per kantong,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan pihaknya menyiapkan sekitar 200 kantong beras atau setara 400 liter. Jumlah yang sama juga akan kembali disediakan pada hari kedua kegiatan pasar murah. Selain beras, DKPP juga membawa ikan air tawar yang terdiri dari ikan nila dan ikan patin. Kedua jenis ikan tersebut dijual dengan harga lebih murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah. “Untuk ikan nila dan patin ini kita berikan subsidi sekitar Rp10 ribu per kilogram dibandingkan harga pasar,” jelas Hamdani. Pada hari pertama pasar murah, DKPP menyiapkan sekitar 100 kilogram ikan nila dan patin. Stok yang sama juga akan disediakan kembali pada hari berikutnya. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah tersebut cukup tinggi karena harga komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. “Antusias masyarakat cukup tinggi. Ada juga yang belum kebagian hari ini dan kemungkinan akan membeli besok karena stok hari ini sudah terbatas,” katanya. Untuk pemerataan, pembelian komoditas dibatasi satu paket untuk setiap orang. Selain itu masyarakat juga diwajibkan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar saat melakukan pembelian. “Setiap orang hanya bisa membeli satu paket dengan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar agar bantuan ini tepat sasaran,” pungkasnya.(nw) [10.58, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar sediakan Ikan bersubsidi di Pasar Murah. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)