NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Polres Banjarbaru melalui Polsek Banjarbaru Utara melaksasnakan kegiatan penyemprotan gulma pada tanaman jagung pipil dilaksanakan di lahan binaan yang berlokasi di Jalan Seledri, Kelurahan Sungai Ulin, Kota Banjarbaru, Selasa (28/04/2026).
Penyemprotan dilakukan dengan memanfaatkan teknologi drone yang difasilitasi oleh Dinas Pertanian melalui DKP3 bersama petugas penyuluh lapangan (PPL).
Kapolsek Banjarbaru Utara AKP Yuwono, mengatakan penggunaan teknologi ini sangat membantu dalam meningkatkan efisiensi kerja di lahan yang luas, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan kelompok tani di wilayah tersebut.

“Pagi ini kita melakukan kegiatan penyemprotan hama dan gulma pada tanaman jagung. Usianya sekarang sekitar 20 hari, hampir tiga minggu. Untuk lahan yang sudah kita tanam mencapai 10 hektar,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengelolaan lahan dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan. Dalam waktu dekat, akan dilakukan penanaman tambahan di lahan seluas kurang lebih 3 hektar. Selain itu, terdapat pula lahan lain sekitar 3 hektar yang usia tanamnya sudah hampir satu bulan lebih.
“Kemarin ada penambahan lahan yang sudah diolah, rencananya minggu depan akan kita tanami lagi sekitar 3 hektar. Kemudian ada juga lahan sekitar 3 hektar yang usianya hampir satu bulan sepuluh hari. Ini kita lakukan secara berkesinambungan, mudah-mudahan hasilnya nanti bagus,” jelasnya.
“Penyemprotan kita lakukan menggunakan drone dari teman-teman PPL maupun DKP3. Ini sangat memudahkan karena luas lahannya cukup besar. Kalau dilakukan secara manual tentu akan membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih banyak,” imbuhnya lagi.
Selain itu, Polsek Banjarbaru Utara juga melakukan pendampingan kepada kelompok tani dengan berkoordinasi bersama instansi terkait, pendampingan ini dilakukan untuk memastikan proses penanaman hingga perawatan berjalan optimal.
“Kami melakukan pendampingan bersama instansi terkait, termasuk Dinas Pertanian dan kelompok tani Subur Makmur di Sungai Ulin ini. Harapannya tentu hasilnya bisa maksimal dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Subur Makmur, Halim, menuturkan bahwa penyemprotan yang dilakukan, menggunakan bahan aktif selektif, sehingga aman bagi tanaman jagung, namun efektif membasmi gulma.
“Hari ini kita melakukan penyemprotan gulma menggunakan bahan aktif selektif. Jadi jagungnya tetap hidup dan tumbuh dengan baik, sementara rumput atau gulma yang ada dia Ela sela jagung bisa mati,” tuturnya.
Dirinya juga mengapresiasi dukungan dan pendampingan dari pihak kepolisian yang dinilai sangat membantu para petani dalam mengelola lahan pertanian.
“Alhamdulillah, pendampingan dari Kapolsek dan jajarannya sangat membantu kami dalam merawat jagung di sini. Kami berharap ke depan ada tambahan bantuan dari pemerintah agar petani semakin semangat dan bisa memperluas lahan tanam,” harapnya.
Terkait penggunaan teknologi drone, Halim menilai metode ini sangat efisien dibandingkan cara manual. Selain menghemat waktu, penyemprotan juga bisa dilakukan secara lebih merata.
“Penggunaan drone sangat memudahkan petani. Dalam satu hari bisa menyemprot hingga 10 hektar lahan. Kalau manual, untuk luas segitu bisa memakan waktu sampai setengah bulan. Jadi ini sangat membantu kami,” pungkasnya. (nw)
