Tempat Karaoke Blass Music Digeruduk Warga, Minta Ditutup Permanen

by
16 Februari 2025
Warga menggelar aksi dengan membawa spanduk, menuntut penutupan tempat karaoke Blass Music. (Foto : Kuntari / newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, YOGYAKARTA – Keberadaan tempat karaoke Blass Music, di Dusun Triharjo, Wates, Kulon Progo, DIY, kembali menimbulkan polemik.

Setelah sempat ramai dengan penolakan pada 2014 lalu, Blass Music kembali digeruduk ratusan warga pada Sabtu (15/2/2025).

Warga datang beramai-ramai ke Blass Music untuk menggelar aksi damai sekira pukul 20.00 WIB. Mereka menyampaikan penolakan terhadap aktivitas Blass Music dan meminta agar tempat hiburan itu ditutup permanen. Warga juga membawa spanduk berisi tulisan yang mengungkapkan keinginan mereka.

Protes keras yang disampaikan warga bukan tanpa alasan. Selain dekat dengan tempat ibadah, yakni hanya berjarak 15 meter dari Masjid Muntiyamah, keberadaan Blass Music juga telah menimbulkan korban jiwa.

~ Advertisements ~

Baru-baru ini, seorang pemuda ditemukan tewas di dalam ruang karaoke tersebut akibat overdosis minuman keras.

“Aksi ini merupakan buntut kemarahan warga Ngrandu yang sejak lama resah dengan kehadiran tempat karaoke Blass Music. Kami minta Blass Music ditutup permanen, selamanya,” tegas Tokoh Masyarakat Triharjo, Maryono.

~ Advertisements ~

Beruntung, warga hanya menggelar aksi damai tanpa melakukan tindakan anarkis. Di Masjid Muntiyamah, mereka melakukan doa bersama, kemudian dilanjutkan audiensi dengan pemangku wilayah setempat meliputi lurah (kepala desa), panewu (camat), aparat TNI/ Polri dan Satpol PP.

Audiensi digelar hingga pukul 22.00 WIB dan diakhiri dengan pemasangan spanduk penutupan di pintu gerbang masuk Blass Music.

“Penolakan warga bukan yang pertama. Pada 2014, warga sudah menggelar aksi serupa hingga tempat karaoke itu ditutup,” jelas Maryono.

Namun ternyata, warga mendapati Blass Music masih beroperasi hingga sekarang. Bahkan, ada pengunjung karaoke yang meninggal dunia karena overdosis minuman keras.

Warga pun meradang dan menggelar aksi penolakan sejak beberapa bulan lalu. Namun apa yang dilakukan warga ternyata tidak diindahkan. Padahal menurut Maryono, Blass Music beroperasi tanpa mengantongi izin.

“Karena untuk mendapatkan izin pasti melibatkan warga sekitar. Selama warga tidak mau tanda tangan, maka tidak akan mendapatkan izin,” imbuh Maryono.

Warga kemudian menuntut agar Blass Music ditutup permanan selamanya. Jika masih beroperasi, pihaknya mengancam akan mengerahkan massa yang lebih banyak.

“Kami sudah tidak percaya kepada lembaga pemerintah yang ada,” tegasnya.

Terpisah, Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko menyampaikan, pihaknya melakukan pengamanan aksi warga di Blass Music untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Pengamanan dilakukan dengan menerjunkan 66 personel.

“Awalnya warga memang mau menggelar aksi, namun berhasil diredam sehingga diganti dengan pengajian dan doa bersama,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog

[10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: Pasar murah di Halaman Kantor Bupati Banjar (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id) [10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar Sediakan Beras Lokal dan Ikan Bersubsidi di Pasar Murah Kantor Bupati Banjar NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyediakan beras lokal dan ikan bersubsidi pada kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (11/03/2026) hingga Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penutupan pasar murah Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar selama dua hari untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, M. Hamdani mengatakan, pihaknya menyiapkan dua komoditas utama dalam kegiatan tersebut, yakni beras lokal serta ikan air tawar. “Untuk hari ini kami menjual beras lokal jenis unus. Per kantong dijual seharga Rp40 ribu dengan isi 4 liter. Harga tersebut sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah sebesar Rp20 ribu per kantong,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan pihaknya menyiapkan sekitar 200 kantong beras atau setara 400 liter. Jumlah yang sama juga akan kembali disediakan pada hari kedua kegiatan pasar murah. Selain beras, DKPP juga membawa ikan air tawar yang terdiri dari ikan nila dan ikan patin. Kedua jenis ikan tersebut dijual dengan harga lebih murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah. “Untuk ikan nila dan patin ini kita berikan subsidi sekitar Rp10 ribu per kilogram dibandingkan harga pasar,” jelas Hamdani. Pada hari pertama pasar murah, DKPP menyiapkan sekitar 100 kilogram ikan nila dan patin. Stok yang sama juga akan disediakan kembali pada hari berikutnya. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah tersebut cukup tinggi karena harga komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. “Antusias masyarakat cukup tinggi. Ada juga yang belum kebagian hari ini dan kemungkinan akan membeli besok karena stok hari ini sudah terbatas,” katanya. Untuk pemerataan, pembelian komoditas dibatasi satu paket untuk setiap orang. Selain itu masyarakat juga diwajibkan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar saat melakukan pembelian. “Setiap orang hanya bisa membeli satu paket dengan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar agar bantuan ini tepat sasaran,” pungkasnya.(nw) [10.58, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar sediakan Ikan bersubsidi di Pasar Murah. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)